Category Archives: Alergi Mata

Karakteristik dan Profil Penderita Alergi Pada Anak

wpid-wp-1446308535826.jpg

Karakteristik dan Profil Penderita Alergi Pada Anak

Featured imageSetiap individu dengan fenotipe berbeda dan setiap periode usia mempunyai karakter alergi yang berbeda. Seringkali alergi menganggu berabagai organ tubuh sevcara bersamaan seperti kulit, saluran cerna, saluran napas, tetapi setiap anak berbeda dominasi yang sensitif. Anak yang satu lebih dominan sensitif saluran cerna anak lainnya lebih dominan sensitif kulit sedangkan anak lainnya lebih dominan sensitif saluran napas. Pada individu tertentu pada satu keluarga atau bayi kembar, sama sensitif kulitnynya tetapi anak satu kulitnya lebih sensitif tetapi anak lainnya manifestasinya lebih ringan. Begitu juga dengan gangguan sensitif lainnya , sama-sama mempunyai sensitif saluran cerna tetapi anak yang satu sulit BAB tetapi anak lainnya sering muntah. Demikian juga sensitif saluran napas, anak yang satu kalau flu lebih dominan gangguan hidung sedangkan anak lainnya gangguan batuk atau dahaknya lebih banyak sehingga harus diinhalasi atau diuap.

Batasan lebih jelas dibuat oleh American Academy of Allergy and immunology,The National Institute of Allergy and infections disease yaitu

  • Reaksi simpang makanan (Adverse food reactions) Istilah umum untuk reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang ditelan. Reaksi ini dapat merupakan reaksi sekunder terhadap alergi makanan (hipersensitifitas) atau intoleransi makanan.
  • Allergy makanan (Food Allergy) Alergi makanan adalah reaksi imunologik yang menyimpang. Sebagian besar reaksi ini melalui reaksi hipersensitifitas tipe 1.
  • Intoleransi Makanan (Food intolerance) Intoleransi makanan adalah reaksi makanan nonimunologik dan merupakan sebagian besar penyebab reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan. Reaksi ini dapat disebabkan oleh zat yang terkandung dalam makanan karena kontaminasi toksik (misalnya toksin yang disekresi oleh Salmonella, Campylobacter dan Shigella, histamine pada keracunan ikan), zat farmakologik yang terkandung dalam makanan misalnya tiramin pada keju, kafein pada kopi atau kelainan pada pejamu sendiri seperti defisiensi lactase, maltase atau respon idiosinkrasi pada pejamu

Karakteristrik alergi sesuai fenotip atau tipikal tertentu pada setiap individu berbeda

Tanda dan gejala alergi setiap individu seringkali berbeda organ tubuh yang sensitif. Pada hampir semua penderita alergi pada umumnya mengalami  menifestasi sensitif pada hampir semua organ tubuh khususnya saluran cerna, saluran napas, hidung dan kulit secara bersamaan. Tetapi setiap kelompak anak yang satu dan yang lainnya berbeda yang lebih dominan, pada anak tertentu lebih dominan sensitif saluran napas batuk atau hidung sensitif , anak lainnya lebih dominan kulit sedangkan anak lainnya lebih dominan saluran cerna yang sensitif.

Adapun beberapa manifestasi klinis alergi sesuai dengan fenotip tertentu adalah sebagai berikut

TIPE A (TIPE RINITIS):  Dominan sensitif saluran napas hidung

  • Mudah terkena flu, hidung buntu dan sering bersin.  Beresiko terjadi sinusitis terutama setelah usia 5 tahun.
  • Sebagaian besar kasus disertai sensitif kulit di lengan atas sering bruntusan kecil-kecil
  • Sebagian besar kasus disertai gangguan sensitif saluran cerna khusus nyeri perut dan sulit BAB.

TIPE B (TIPE ASMATIK):  Dominan sensitif saluran napas batuk

  • Pada usia 0 – 6 tahun napas berbunyi grok-grok atau hipersekresi bronkus dan mudah bersin. Saluran napas khususnya bronkitis alergi dan asma dengan  gejala  sesak dan batuk berulang. Bila sakit infeksi saluran napas dahaknya berlebihan sehingga seringkali memerlukan inbhalasi.
  • Terdapat dua kelompok besar, Tipikal asmatik pra sekolah dan Tipikal Asmatik murni
  • Terdapat dua kelompok besar, Tipikal asmatik pra sekolah. Sebagian kelompok terjadi sesak, timbul wheezing atau mengi sebelum pra sekolah. Pada kasus ini bila batuk sering dahaknya berlebihan dan sering dilakukan inhalasi saat batuk. Setelah usia 5-7 tahun sebagian besar kasus sesak membaik, tetapi sebagian kecil kasus menteap tetapi sesak sangat ringan sekakil tetapi hidung lebih sensitif.
  • Tipikal Asmatik murni: pada kelompok ini sesak, timbul wheezing atau mengi justru timbul setelah usia 5 – 12 tahun. Setelah usia SMP sesak berkurang tetapi mulai terjadi sensitif hidung atau rinitis alergi
  • Disertai saluran cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya.

TIPE C (SALURAN CERNA):  Dominan sensitif saluran cerna

  • Saluran Cerna sensitif : Gastrooesepageal refluks, sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB.
  • Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya.
  • Daya tahan tubuh tidak baik, mudah sakit batuk dan pilek, dan disertai sulit makan dan gangguan mengunyah menelan.
  • Sebagioan besar kasus berat badan sangat gemuk dan sebagian terjadi kegemukan. sebagian kecil terjadi gangguankenaikkan berat badan pada usia sebelum 3-5 tahun.
  • Beberapa kasus disertai gangguan keterlambatan bicara yang sebagian besar  membaik setelah usia 2 tahun. Tetapi berganti sensitif hidung atau rinitis alergi tetapi terjadi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis). Sebagian besar kasus mudah mengalami minisan atau hidung berdarah

TIPE D (SENSITIF KULIT): Dominan sensitif kulit

  •  Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Pada usia 0-9 bulan terjadi dermatitis atopi pada pipi dan daerah popok sering kemerahan. Pada usia 1-5 tahun kulit sensitif berpindah ke tangan dan kaki seperti digigit nyamuk dan kulit kering.
  • Saluran Cerna sedikit sensitif : sering konstipasi atau sulit buang air besar atau sebagian kecil lainnya sering BAB.
  • Daya tahan tubuh relatif baik jarang mengalami batuk dan pilek. Tetapi sebagian kecil kasus daya tahan tubuh tidak baik mudah batuk dan pilek teruitama kelompok anak kulit sensitif disertai gangguan muntah dan mual. Anak tidak bisa diam , sangat lincah dan emosi sangat tinggi

TIPE E (GAGAL TUMBUH): Dominan sensitif  saluran cerna

  •  Sensitif kulit sering gatal, tangan dan kaki seperti digigit nyamuk dan kulit kering.
  • Saluran Cerna sedikit sensitif : sering konstipasi atau sulit buang air besar atau sebagian kecil lainnya sering BAB.
  • Daya tahan tubuh relatif baik jarang mengalami batuk dan pilek. Tetapi sebagian kecil kasus daya tahan tubuh tidak baik mudah batuk dan pilek teruitama kelompok anak kulit sensitif disertai gangguan muntah dan mual. Anak tidak bisa diam , sangat lincah dan emosi sangat tinggi
  • Pada kelompok ini biasanya terjadi bukan pada penderita alergi murni tetapi pednerita hipersenbsitifitas saluran cerna yang tanda dan gejalannya mirip dengan penderita alergi. Kelompok penderita seperti ini biasanya bila dilakukan pemeriksaan IgE atau petanda alergi biasanya negatif. Kelompok ini sering terjadi pada penderita selkiak, intoleransi laktosa atau hipersensitifitas saluran cerna lainnya.

PERJALANAN ALAMIAH ALERGI BEBERAPA KELOMPOK FENOTIP TERTENTU

Tanda dan gejala alergi setiap usia seringkali berbeda organ tubuh yang sensitif. Pada hampir semua penderita alergi pada umumnya mengalami  menifestasi sensitif pada hampir semua organ tubuh khususnya saluran cerna, saluran napas, hidung dan kulit secara bersamaan. Tetapi setiap kelompak usia yang sensitif , pada anak tertentu lebih dominan sensitif saluran napas batuk atau hidung sensitif , anak lainnya lebih dominan kulit sedangkan anak lainnya lebih dominan saluran cerna yang sensitif.

Adapun beberapa manifestasi klinis alergi sesuai dengan fenotip tertentu adalah sebagai berikut

TIPE A (TIPE RINITIS):  Dominan sensitif saluran napas hidung

  • Usia 0-5 tahun : Hidung sensitif biasanya sering bersin, kotoran hidung berlebihan , mudah mimisan atau hidung berdarah. Juga disertai saluran cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit: sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya.
  • Usia 6 – 12 tahun : Sensitif kulit dan saluran cerna berkurang tetapi berganti lebih dominan sensitif hidung atau rinitis alergi. Mudah terkena flu, hidung buntu dan sering bersin. Beresiko terjadi sinusitis. Terjadi sensitif kulit di lengan atas sering bruntusan kecil-kecil.
  • Usia 13 tahun hingga dewasa:  Hidung sensitif sedikit berkurang tetapi sebagian kelompok kasus menetap hingga dewasa. Saluran cerna dan kulit gangguan berkurang. Tetapi sebagian besar kasus mengalami jerawat ringan saat usia setelah 12 tahun dan sensitif kulit di lengan atas bagian luar sering bruntusan kecil-kecil.

TIPE B (TIPE ASMATIK):  Dominan sensitif saluran napas batuk

  • Usia 0-5 tahun : Saluran Cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Pada usia 0 – 6 tahun napas berbunyi grok-grok atau hipersekresi bronkus.
  • Usia 6 – 12 tahun : Saluran napas khususnya bronkitis alergi dan asma dengan  gejala  sesak dan batuk berulang. Sudah mulai terjadi sensitif hidung atau rinitis alergi
  • Usia 13 tahun hingga dewasa: Asma berkurang tetapi berganti hidung lebih sensitif sering bersin, sinustis. Saluran cerna dan kulit gangguan berkurang

TIPE C (SALURAN CERNA):  Dominan sensitif saluran cerna

  • Usia 0-5 tahun : Saluran Cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Daya tahan tubuh tidak baik, mudah sakit batuk dan pilek, dan disertai sulit makan dan gangguan mengunyah menelan. Beberapa kasus disertai gangguan keterlambatan bicara yang sebagian besar  membaik setelah usia 2 tahun.
  • Usia 6 – 12 tahun : Saluran cerna masih sensitif tetapi sudah jauh membaik, gangguan muntah jauh membaik  tetapi kadangkala masih timbul gangguan nyeri perut dan mual khususnya pada pagi hari. Keluhan mual akan membaik saat usia 7-8 tahun.  Daya tahan tubuh membaik dan gangguan kesulitan makan dan gangguan mengunyah menelan sudah semakin membaik. Pada usia ini mulai sering disertai gangguan sakit kepala dan gangguan konsentrasi sekolah. Tetapi berganti sensitif hidung atau rinitis alergi tetapi terjadi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis)
  • Usia 13 tahun hingga dewasa: Gangguan pencernaan sebagian besar kasus menetap hingga dewasa, Sebagian besar kasus mengalami jerawat ringan saat usia setelah 12 tahun. Jerawat ringan akan menetap pada usia dewasa dan sering terjadi peri oral dermatitis jerawat atau sensitif kulit khususnya sekitar mulut terutama di bawah bibir bawah atau dagu. Sebagia kasus hidung sensitif mudah bersin tetapi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis)

TIPE D (SENSITIF KULIT): Dominan sensitif saluran napas hidung

  • Usia 0-5 tahun : Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Pada usia 0-9 bulan terjadi dermatitis atopi pada pipi dan daerah popok sering kemerahan. Pada usia 1-5 tahun kulit sensitif berpindah ke tangan dan kaki seperti digigit nyamuk dan kulit kering. Saluran Cerna sedikit sensitif : sering konstipasi atau sulit buang air besar atau sebagian kecil lainnya sering BAB.  Daya tahan tubuh relatif baik jarang mengalami batuk dan pilek. Tetapi sebagian kecil kasus daya tahan tubuh tidak baik mudah batuk dan pilek teruitama kelompok anak kulit sensitif disertai gangguanmuntah dan mual. Anak tidak bisa diam , sangat lincah dan emosi sangat tinggi
  • Usia 6 – 12 tahun : Pada usia ini sebagian kasus gangguan kulit berpindah ke paha bagian belakang, lipatan tangan dan lipatan kaki. Tetapi berganti sensitif hidung atau rinitis alergi tetapi terjadi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis)
  • Usia 13 tahun hingga dewasa: Pada usia ini sebagian kasus gangguan kulit berpindah ke paha bagian belakang, lipatan tangan dan lipatan kaki. Timbul jerawat berlebihan pada muka di sekitar mulut. Tetapi sebagian besar kasus kulitnya membaik tetapi sebagian kecil kasus menetap hingga dewasa.

TIPE E (TIPE GAGAL TUMBUH):  Dominan sensitif saluran napas hidung

  • Usia 0-5 tahun Berat badan kurus dan sulit naik dan scenderung sulit makan.  Juga disertai saluran cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit: sering gatal, merah dan agak kering
  • Usia 6 – 12 tahun : Sensitif kulit dan saluran cerna berkurang tetapi berganti lebih dominan sensitif hidung atau rinitis alergi. Mudah terkena flu, hidung buntu dan sering bersin. Berat badan relatif sedikit membaik, nafsu makan sudah relatifg jarang terganggu. Pada sebgian anak bertambah gemuk. Sebagian anak tetap sulit gemuk tetapi sudah semakin membaik.
  • Usia 13 tahun hingga dewasa:  Pada anak tertentu akan membaik atau gemuik saat usia-usia tertentu. Hidung sensitif sedikit berkurang tetapi sebagian kelompok kasus menetap hingga dewasa. Saluran cerna dan kulit gangguan berkurang. Tetapi sebagian besar kasus mengalami jerawat ringan saat usia setelah 12 tahun dan sensitif kulit di lengan atas bagian luar sering bruntusan kecil-kecil.

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

 

Alergi dan Berbagai Gangguan Tubuh Pada Dewasa

wpid-wp-1446134909950.jpg

Tanda dan Gejala Alergi Makanan Pada Dewasa

Featured imageTanda dan gejala alergi makanan dan reaksi simpang makanan ternyata sangat luas dan bervariasi. Selama ini hipotesa yang berkembang dan teori yang banyak dianut bahwa alergi makanan hanya terjadi pada usia anak dan jarang terjadi pada orang dewasa harus lebih dicermati lagi. Ternyata alergi atau hipersensitif makanan selain terjadi pada anak juga terjadi pada penderita dengan bentukdan karakteristik yang sedikit berbeda. Hal ini terjadi karena adanya perjalanan alamiah alergi atau allergy march yang menunjukkan bahwa tanda dan gejala alergi berubah pada usia tertentu. Selain itu alergi biasanya diturunkan kepada anak dari salah satu orangtuanya. Halini ternyata bisa dikenali dengan fenotif atau wajah yang sama pada anak atau saudara kandung atau orangtua yang berwajah sama akan memupunyai karakter alergi yang sama. Sehingga bila kita menenali tanda dan gejala alergi pada bayi dan anak akan juga dialami oleh salah satu saudara kandung dan salah satu orangtua dengan wahah yang sama.

Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. Dalam beberapa kepustakaan alergi makanan dipakai untuk menyatakan suatu reaksi terhadap makanan yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe I dan hipersensitifitas terhadap makanan yang dasaranya adalah reaksi hipersensitifitas tipe III dan IV. Tidak semua reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan merupakan reaksi alergi murni, tetapi banyak dokter atau masyarakat awam menggunakan istilah alergi makanan untuk semua reaksi yang tidak diinginkan dari makanan, baik yang imunologik atau non imunologik. Batasan lebih jelas dibuat oleh American Academy of Allergy and immunology,The National Institute of Allergy and infections disease yaitu

  • Reaksi simpang makanan (Adverse food reactions) Istilah umum untuk reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang ditelan. Reaksi ini dapat merupakan reaksi sekunder terhadap alergi makanan (hipersensitifitas) atau intoleransi makanan.
  • Allergy makanan (Food Allergy) Alergi makanan adalah reaksi imunologik yang menyimpang. Sebagian besar reaksi ini melalui reaksi hipersensitifitas tipe 1.
  • Intoleransi Makanan (Food intolerance) Intoleransi makanan adalah reaksi makanan nonimunologik dan merupakan sebagian besar penyebab reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan. Reaksi ini dapat disebabkan oleh zat yang terkandung dalam makanan karena kontaminasi toksik (misalnya toksin yang disekresi oleh Salmonella, Campylobacter dan Shigella, histamine pada keracunan ikan), zat farmakologik yang terkandung dalam makanan misalnya tiramin pada keju, kafein pada kopi atau kelainan pada pejamu sendiri seperti defisiensi lactase, maltase atau respon idiosinkrasi pada pejamu

Disamping tanda dan gejala alergi yang berkaitan dengan organ tubuh manusia, terdapat beberapa tanda umum pada penderita alergi. Menurut Richard Mackarness tahun 1992 berpendapat terdapat 5 gejala kunci pada alergi dewasa adalah :

  1. Berat badan yang berlebihan atau sebaliknya berat badan kurang.
  2. Kelelahan terus menerus dalam beberapa saat dan tidak lenyap walaupun telah beristirahat.
  3. Terjadi pembengkakan di sekitar mata, tangan, abdomen, pergelangan kaki.
  4. Denyut jantung yang cepat dan berdebar-debar, khususnya setelah makan
  5. Keringat yang berlebihan walaupun tidak berolahraga.

Kriteria tersebut berlaku bila dokter tidak menemukan penyebab atau gangguan penyakit lain yang mengakibatkan gejala tersebut.

Adapun manifestasi klinik alergi pada dewasa dapat dilihat pada daftar di bawah. Bila terdapat 3 gejala atau lebih pada beberapa organ, tanpa diketahui penyebab pasti keluhan tersebut maka kecurigaan mengalami reaksi alergi semakin besar.

ORGAN/SISTEM TUBUH

GEJALA DAN TANDA

1

Sistem Pernapasan

Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing, banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) , rattling dan vibration dada.

2

Sistem Pembuluh Darah dan jantung

Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada, pingsan, tekanan darah rendah, denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, kesemutan, redness or blueness of hands; pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung); nyeri dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan. Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

3

Sistem Pencernaan

GERD (Gastrooesephageal Refluks Disease), Maag, Dispepsia, IBS (Irritable Bowel Syndrome)  Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah, sulit berak (konstipasi), sering buang angin (flatus), mulut berbau, kelaparan, haus, saliva (ludah) berlebihan atau meningkat, canker sores, sariawan, metallic taste in mouth (rasa logam dalam mulut, stinging tongue, nyeri gigi, burping (glegekan/sendawa), retasting foods, ulcer symptoms, nyeri ulu hati, indigestion, mual, muntah, perut terasa penuh, gangguan mengunyah dan menelan, perut keroncongan, Nyeri Perut (spastic colitis, “emotional colitis,” kolik kandung empedu gall bladder colic, cramp), diare (mudah buang air besar cair dan sering), sering buang angin dan besar-besar dan panjang, timbul lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau panas.

4

Kulit

Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak. Sering berkeringat.

5

Telinga Hidung Tenggorokan

Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus Tenggorok : tenggorokan nyeri/kering/gatal, palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem), Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan. Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

6

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting; vaginal discharge; genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri; nyeri bila berhubungan kelamin

7

Sistem Susunan Saraf Pusat

Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar. Perilaku : Therapy terapi: impulsif, sering Marah, buruknya perubahan suasana hati (gangguan mood), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung, pusing, ketidakseimbangan, jalannya sempoyongan, lambat, lambat, membosankan, kurang konsentrasi, depresi, menangis, tegang, marah, mudah tersinggung, cemas, panik, dirangsang, agresif, overaktif, ketakutan, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang, kepala terasa penuh atau membesar, sensasi melayang,  gangguan memori jangka pendek (short memory losy), salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi ektrim dalam tulisan tangan, halusinasi, delusi, paranoia, Bicara Gagap, claustrophobia, kelumpuhan, negara katatonik, disfungsi persepsi, gejala khas keterbelakangan mental impulsif. Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)

8

Sistem Hormonal

Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), endometriosis, Premenstrual Syndrome (Nyeri dan gangguan lainnya saat haid, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok. Keputihan, jerawat.

9

Jaringan otot dan tulang

Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness, joint deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum, , limping gait, gerak terbatas

10

Gigi dan mulut

Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering, sindrom oral dermatitis. Geraham belakang nyeri sering dianggap sebagai Tooth Impacted (tumbuh gigi geraham miring)

11

Mata

nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan edema palpebra, Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum (bintitan).

 

BERBAGAI GANGGUAN ALERGI PADA DEWASA

  • Mengalami Gizi Ganda : bisa kurus, sulit naik berat badan atau kegemukan. Pada kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan nafsu makan kurang. Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami nafsu makan berlebihan
  • Kesulitan Makan dan gangguan Makan : Nafsu makan buruk atau gangguan mengunyah menelan
  • Kepala,telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam atau ac). Keringat berbau.
  • FATIQUE atau KELELAHAN : mudah lelah, sering minta gendong, Pada dewasa sering mengeluh “capek”
  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR), atau sinusitis hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT ANTIBIOTIKA TERLALU SERING.
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
  • Sering mengalami OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, mulut, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN

BERBAGAI PERILAKU, GANGGUAN MOTORIK DAN GANGGUAN FUNGSI SUSUNAN SARAF PUSAT LAINNYA

  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, vertigo
  • GANGGUAN TIDUR : Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam , Tidur bolak-balik. Berbicara,tertawa,berteriak atau berjalan saat tidur, Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi, Mimpi buruk, “beradu gigi” atau gigi gemeretak atau bruxism
  • AGRESIF MENINGKAT: mudah memukul atau menampar orang lain, berlaku kasar terhadap anak , istri atau suami.
  • GANGGUAN KONSENTRASI:  mudah lupa (short mempry lost), sering lupa meletakkan kunci, lupa nama teman tetapi memori lama kuat.
  • EMOSI TINGGI : mudah marah, sering berteriak, mengamuk, keras kepala, negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi.
  • DEPRESI DAN MUDAH CEMAS : mudah marah, sedih berlebihan, mudah tersinggung, sering kesepian, mudah menangis meski masalahnya ringan
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK :Jalan terburu-buru mudah tersandung kaki meja atau kaki kursi
  • GANGGUAN SENSORIS : perabaan telapak kaki dan tangan sensitif (mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan binatang berbulu). Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir sering geli dan harus pakai sandal), sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH tapi sangat ringan dianggap normal, pilih-pilih makanan tidak sukan makanan berserat seperti daging empal, sayur tertentu.
  • IMPULSIF : banyak bicara, tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain, bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. Mudah menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat.

.

.

BERBAGAI GANGGUAN YANG BELUM DIKETAHUI SEBABNYA ATAU berbagai GANGGUAN AUTO IMUN LAINNYA SERING DIPERBERAT KARENA MANIFESTASI ALERGI. Menurut berbagai penelitian berbagai gangguan ini dapat diperberat karena alergi dan hipersensitifitas makanan. Tetapi alergi atau hipersensitifitas makanan bukan sebagai penyebabnya.

  • Lupus
  • Fibromialgia
  • Multipel Sklerosis
  • Irritabel Bowel Syndrome
  • Rematoid Artritis
  • Henoch Schonlein Syndrome
  • Prurigo Hebra (gangguan kulit)
  • Psoriasis
  • Epilepsi
  • Autism
  • ADHD
  • Gangguan non organik (gangguan fungsional lainnya) seperti migrain, vertigo, kejang tanpa demam dengan pemeriksaan EEG normal, (SKBE : Serangan kejang Bukan Epilepsi), gangguan konsentras, gangguan perilaku dan gangguan perkembangan lainnya
  • Berbagai Gangguan Metabolisme dan gangguan genetik lainnya

PENANGANAN 

  • Penanganan berbagai gangguan yang disebabkan  alergi dan hipersensitifitas makanan haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut khuusunya makanan tertentu.
  • Penyebab utama adalah reaksi makanan tertentu tetapi dampaknya ringan. Namun saat yang ringan tersebut tidak dicermati akan diperberat oleh pemicu paling sering adalah infeksi virus atau fluyang sering tidak terdeteksi dan diabaikan oleh dokter sekalipun. Bila hal itu penyebabnya maka setelah 5 hari akan membaik. Tetapi akan timbul lagi bila terkena infeksi virus lagi bila di rumah ada yang sakit lagi
  • Bila berbagai  gangguan  bila disertai manifestasi alergi lainnya sangat mungkin alergi makanan berperanan sebagai penyebabnya.
  • Penanganan terbaik pada penderita alergi makanan dengan gangguan  tersebut adalah adalah dengan menghindari makanan penyebabnya. Pemberian obat anti alergi dan obat untuk saluran cerna penghilang rasa sakit dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab alergi.
  • Ikuti langkah-langkah dalam Tes Alergi Makanan : Challenge Tes – Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka
  • Obat-obatan simtomatis seperti anti diare, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara bahkan dalam keadaan tertentu seringkali tidak bermanfaat, umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.

Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan-Open Food Elimination Provocation) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan

Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Alergi dan Reaksi Simpang makanan

 References:

  • Dean D. Metcalfe.  Hugh A. Sampson Ronald A. Simon (Editor) Food Allergy: Adverse Reactions to Foods and Food Additives [NOOK Book]
  • Eseverri JL, Cozzo M, Marin AM, Botey J. Epidemiology and chronology of allergic diseases and their risk factors. Allergol Immunopathol (Madr). 1998;26(3):90-97.
  • King WP. Food hypersensitivity in otolaryngology. Manifestations, diagnosis, and treatment. Otolaryngol Clin North Am. 1992;25(1):163-179.
  • Stubner UP, Gruber D, Berger UE, Toth J, Marks B, Huber J, Horak F.The influence of female sex hormones on nasal reactivity in seasonal allergic rhinitis.
  • Joyce DP, Chapman KR, Balter M, Kesten S. Asthma and allergy avoidance knowledge and behavior in postpartum women. Ann Allergy Asthma Immunol. 1997;79(1):35-42.
  • Rinkel HJ. Food Allergy. J Kansas Med Soc. 1936;37:177.
  • Frederick JK. Food intolerance and food allergy. Scweiz Med Wochenschr. 1999;129(24):9280933.

BACA ARTIKEL ALERGI DEWASA LAINNYA

.

.

 

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

www.allergycliniconline.com

Supported by: ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergycliniconline.com GROW UP CLINIC I Address: JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 29614252 – 081315922012 – 081315922013 www.growup-clinic.com Facebook: FB-Growup Clinic Page Facebook : Allergy Clinic Online. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

Tanda dan Gejala Alergi Makanan Pada Dewasa

wpid-wp-1446134909950.jpg

Tanda dan Gejala Alergi Makanan Pada Dewasa

Featured imageTanda dan gejala alergi makanan dan reaksi simpang makanan ternyata sangat luas dan bervariasi. Selama ini hipotesa yang berkembang dan teori yang banyak dianut bahwa alergi makanan hanya terjadi pada usia anak dan jarang terjadi pada orang dewasa harus lebih dicermati lagi. Ternyata alergi atau hipersensitif makanan selain terjadi pada anak juga terjadi pada penderita dengan bentukdan karakteristik yang sedikit berbeda. Hal ini terjadi karena adanya perjalanan alamiah alergi atau allergy march yang menunjukkan bahwa tanda dan gejala alergi berubah pada usia tertentu. Selain itu alergi biasanya diturunkan kepada anak dari salah satu orangtuanya. Halini ternyata bisa dikenali dengan fenotif atau wajah yang sama pada anak atau saudara kandung atau orangtua yang berwajah sama akan memupunyai karakter alergi yang sama. Sehingga bila kita menenali tanda dan gejala alergi pada bayi dan anak akan juga dialami oleh salah satu saudara kandung dan salah satu orangtua dengan wahah yang sama.

Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. Dalam beberapa kepustakaan alergi makanan dipakai untuk menyatakan suatu reaksi terhadap makanan yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe I dan hipersensitifitas terhadap makanan yang dasaranya adalah reaksi hipersensitifitas tipe III dan IV. Tidak semua reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan merupakan reaksi alergi murni, tetapi banyak dokter atau masyarakat awam menggunakan istilah alergi makanan untuk semua reaksi yang tidak diinginkan dari makanan, baik yang imunologik atau non imunologik. Batasan lebih jelas dibuat oleh American Academy of Allergy and immunology,The National Institute of Allergy and infections disease yaitu

  • Reaksi simpang makanan (Adverse food reactions) Istilah umum untuk reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang ditelan. Reaksi ini dapat merupakan reaksi sekunder terhadap alergi makanan (hipersensitifitas) atau intoleransi makanan.
  • Allergy makanan (Food Allergy) Alergi makanan adalah reaksi imunologik yang menyimpang. Sebagian besar reaksi ini melalui reaksi hipersensitifitas tipe 1.
  • Intoleransi Makanan (Food intolerance) Intoleransi makanan adalah reaksi makanan nonimunologik dan merupakan sebagian besar penyebab reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan. Reaksi ini dapat disebabkan oleh zat yang terkandung dalam makanan karena kontaminasi toksik (misalnya toksin yang disekresi oleh Salmonella, Campylobacter dan Shigella, histamine pada keracunan ikan), zat farmakologik yang terkandung dalam makanan misalnya tiramin pada keju, kafein pada kopi atau kelainan pada pejamu sendiri seperti defisiensi lactase, maltase atau respon idiosinkrasi pada pejamu

Disamping tanda dan gejala alergi yang berkaitan dengan organ tubuh manusia, terdapat beberapa tanda umum pada penderita alergi. Menurut Richard Mackarness tahun 1992 berpendapat terdapat 5 gejala kunci pada alergi dewasa adalah :

  1. Berat badan yang berlebihan atau sebaliknya berat badan kurang.
  2. Kelelahan terus menerus dalam beberapa saat dan tidak lenyap walaupun telah beristirahat.
  3. Terjadi pembengkakan di sekitar mata, tangan, abdomen, pergelangan kaki.
  4. Denyut jantung yang cepat dan berdebar-debar, khususnya setelah makan
  5. Keringat yang berlebihan walaupun tidak berolahraga.

Kriteria tersebut berlaku bila dokter tidak menemukan penyebab atau gangguan penyakit lain yang mengakibatkan gejala tersebut.

Adapun manifestasi klinik alergi pada dewasa dapat dilihat pada daftar di bawah. Bila terdapat 3 gejala atau lebih pada beberapa organ, tanpa diketahui penyebab pasti keluhan tersebut maka kecurigaan mengalami reaksi alergi semakin besar.

image

ORGAN/SISTEM TUBUH

GEJALA DAN TANDA

1

Sistem Pernapasan

Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing, banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) , rattling dan vibration dada.

2

Sistem Pembuluh Darah dan jantung

Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada, pingsan, tekanan darah rendah, denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, kesemutan, redness or blueness of hands; pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung); nyeri dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan. Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

3

Sistem Pencernaan

Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah, sulit berak (konstippasi), sering buang angin (flatus), mulut berbau, kelaparan, haus, saliva meningkat, canker sores, sariawan, metallic taste in mouth, stinging tongue, nyeri gigi, burping (glegekan/sendawa), retasting foods, ulcer symptoms, nyeri ulu hati, indigestion, mual, muntah, perut terasa penuh, gangguan mengunyah dan menelan, perut keroncongan, spastic colitis, “emotional colitis,” kolik kandung empedu gall bladder colic, cramps, diare (mudah buang air besar cair dan sering), sering buang angin dan besar-besar dan panjang, timbul lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau panas.

4

Kulit

Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak.Sering berkeringat.

5

Telinga Hidung Tenggorokan

Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus Tenggorok : tenggorokan nyeri/kering/gatal, palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem), Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan. Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

6

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting; vaginal discharge; genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri; nyeri bila berhubungan kelamin

7

Sistem Susunan Saraf Pusat

Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar. Perilaku : Therapy terapi: impulsif, sering Marah, buruknya perubahan suasana hati (gangguan mood), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung, pusing, ketidakseimbangan, jalannya sempoyongan, lambat, lambat, membosankan, kurang konsentrasi, depresi, menangis, tegang, marah, mudah tersinggung, cemas, panik, dirangsang, agresif, overaktif, ketakutan, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang, kepala terasa penuh atau membesar, sensasi melayang,  gangguan memori jangka pendek (short memory losy), salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi ektrim dalam tulisan tangan, halusinasi, delusi, paranoia, Bicara Gagap, claustrophobia, kelumpuhan, negara katatonik, disfungsi persepsi, gejala khas keterbelakangan mental impulsif. Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)

8

Sistem Hormonal

Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), endometriosis, Premenstrual Syndrome, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok. Keputihan, jerawat

9

Jaringan otot dan tulang

Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness, joint deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum, , limping gait, gerak terbatas

10

Gigi dan mulut

Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering, sindrom oral dermatitis.Geraham belakang nyeri sering dianggap sebagai Tooth Impacted (tumbuh gigi miring)

11

Mata

nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan edema palpebra, Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum (bintitan).

 

 References:

  • Dean D. Metcalfe.  Hugh A. Sampson Ronald A. Simon (Editor) Food Allergy: Adverse Reactions to Foods and Food Additives [NOOK Book]
  • Eseverri JL, Cozzo M, Marin AM, Botey J. Epidemiology and chronology of allergic diseases and their risk factors. Allergol Immunopathol (Madr). 1998;26(3):90-97.
  • King WP. Food hypersensitivity in otolaryngology. Manifestations, diagnosis, and treatment. Otolaryngol Clin North Am. 1992;25(1):163-179.
  • Stubner UP, Gruber D, Berger UE, Toth J, Marks B, Huber J, Horak F.The influence of female sex hormones on nasal reactivity in seasonal allergic rhinitis.
  • Joyce DP, Chapman KR, Balter M, Kesten S. Asthma and allergy avoidance knowledge and behavior in postpartum women. Ann Allergy Asthma Immunol. 1997;79(1):35-42.
  • Rinkel HJ. Food Allergy. J Kansas Med Soc. 1936;37:177.
  • Frederick JK. Food intolerance and food allergy. Scweiz Med Wochenschr. 1999;129(24):9280933.
 

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

 

www.allergycliniconline.com

Supported by: ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergycliniconline.com GROW UP CLINIC I Address: JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 44466102 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 44466103 – 29614252 www.growupclinic.com Facebook: FB-Growup Clinic Page Facebook : Allergy Clinic Online. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2014, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

CURRICULUM VITAE WIDODO JUDARWANTO

 

.IMG_6331

Address: Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Indonesia 10210

Phone: 64-021-5703646 , mobile : 08567805533, PIN BB: 25AF7935
Email : judarwanto
@gmail.com

www.drwidodojudarwanto.com

Education:

  • Medical School : Medicine Faculty of Airlangga University, Surabaya, Indonesia (1980)
  • Postgraduate Medical Education :
    • General Pediatrician Residency, Dr Soetomo Hospital, Airlangga University,Surabaya, Indonesia
    • Fellow Allergy immunology, Department of Allergy Immunology of Ciptomangunkusumo Hospital Jakarta

www.drwidodojudarwanto.com

Interest :

  • Clinical, education and research of Children Immunology and allergy,
  • Neurobehaviour development of infant and children
  • Ultrasound Imaging

Special Interest :

  • Food Allergy
  • Food Hypersensitivity
  • Gastrointestinal Allergy and Hypersensitivities
  • Food Allergy and Food Hypersensitivity related neurobehaviour development, picky eaters and failure to thrive
  • Picky eaters and Feeding Difficulties

www.drwidodojudarwanto.com

Clinical Positions :

www.drwidodojudarwanto.com

Comunication and Social Media :

Information and Networking:

Education and Social Networking

CERTIFICATE OF CONTINUING MEDICAL COURSE :

 

.

ALLERGY IMMUNOLOGY

  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI), “The Suspension Is Over: New Solutions for the Treatment of Asthma.
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity Low-Dose Budesonide Improves Control of Mild Asthma, 2003, Certificate Number : 2502460
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, NY certifies in the educational activity Proton Pump Inhibitors May Improve Asthma Control in Children, 2003,
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, NY certifies in the educational activity Treatment of Allergic Rhinitis and Its Comorbidities, 2003
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, NY certifies in the educational activity New Study Characterizes Idiopathic Solar Urticaria, 16 Oktober 2003,
  • The University of Miami School of Medicine certifies Masters of Pediatrics: Dermatology, 2002.
  • The University of Miami School of Medicine certifies that has participated in the educational activity titled Masters of Pediatrics: Pediatric Allergy Immunology Update on November 2002,
  • The University of Miami School of Medicine certifies in the educational activity titled Masters of Pediatrics: Pediatric Pulmonology Update,
  • Children Hospitals Clinics Minnesota, accredited by the Minnesota Medical Association to provide continuing medical education, Pediatric Grand Rounds, Program Title: Program Title: Defining and Refining the Diagnosis of Food Allergy- Who Has It and Who Had It, 2005
  • Medscape , the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, NY certifies entitled Second International AIDS Society Conference on HIV Pathogenesis and Treatment HIV Disease in Children.
  • Children Hospitals Clinics Minnesota, accredited by the Minnesota Medical Association to provide continuing medical education, Pediatric Grand Rounds, Program Title: Pediatric Chronic Cough, 2006
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Diet as a risk factor for atopy and asthma. 2006
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Overview of the human immune response. 2006.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Asthma: Factors underlying inception, exacerbation, and disease progression” 2006.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Update on primary immunodeficiency diseases. 2006.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Is there a problem with inhaled long-acting beta-adrenergic agonists? 2006.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Atopic dermatitis 2006.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Severe asthma: An overview. 2006.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Mechanisms of nutrient modulation of immune response. 2006.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Understanding the pathophysiology of severe asthma to generate new therapeutic opportunities. 2006.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Food allergy . 2006.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Control of allergic airway inflammation through immunomodulation. 2007.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Cytokines and chemokines. 2007.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Applying epidemiologic concepts of primary, secondary, and tertiary prevention to the elimination of racial disparities in asthma, 2007.
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Genetic epidemiology of health disparities in allergy and clinical immunology, 2007
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Indoor allergens: Relevance of major allergen measurements and standardization, 2007.
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity American College of Chest Physicians Updates Cough Guidelines, 2006, Certificate Number : 6428168
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity A Practical Approach to the Patient With Sinusitis 2006, Certificate Number : 6445179
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity New Guidelines Issued for Food Allergies 2006, Certificate Number : 6427535
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity Attaining Optimal Asthma Control: Practical Application of a New Practice Parameter 2006, Certificate Number : 6427641
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity Excluding Allergenic Foods From Maternal Diet May Reduce Colic in Neonates. 2006, Certificate Number : 6427641
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity ACCP, ACAAI Issue Evidence-Based Guidelines for Use of Aerosol Therapy in Asthma or COPD, Certificate Number : 6428259
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Guideline-defining asthma clinical trials of the National Heart, Lung, and Blood Institute Asthma Clinical Research Network and Childhood Asthma Research and Education Network. 2007.
  • EXCEL Continuing Education and Miami Masters of Pediatrics the Miller School of Medicine University, certifies entitled Asthma Treatment 2007, Certificate number 11849
  • EXCEL Continuing Education and Miami Masters of Pediatrics the Miller School of Medicine University, certifies entitled “Atopic Dermatitis – Treatment & Management”, 2007, Certificate number 11850
  • EXCEL Continuing Education and Miami Masters of Pediatrics the Miller School of Medicine University, certifies entitled “Whither Sinusitis”, 2007, Certificate 11851
  • EXCEL Continuing Education and Miami Masters of Pediatrics the Miller School of Medicine University, certifies entitled “Antibiotic Update”, 2007, Certificate number 11853
  • EXCEL Continuing Education and Miami Masters of Pediatrics the Miller School of Medicine University, certifies entitled “Treating the Difficult Asthmatic”, 2007Certificate 11855
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Immune dysregulation, polyendocrinopathy, enteropathy, X-linked: Forkhead box protein 3 mutations and lack of regulatory T cells.
  • The University of Pennsylvania School of Medicine accredited by the ACCME to provide continuing medical education “Asthma Drug Linked to Serious Adverse Events”, 2008,
  • The University of Pennsylvania School of Medicine accredited by the ACCME to provide continuing medical education, “ACAAI: Poverty Linked To Accidental Food Allergy Attacks , 2008,
  • The University of Pennsylvania School of Medicine accredited by the ACCME to provide continuing medical education, Acetaminophen in Infancy May Be Risk Factor for Asthma, 2008
  • The University of Pennsylvania School of Medicine accredited by the ACCME to provide continuing medical education, Genetics of Asthma Suggest It Is Umbrella Term for Multiple Diseases,2008
  • The University of Pennsylvania School of Medicine accredited by the ACCME to provide continuing medical education Babies’ Wheezing Colds Are Best Predictor of Asthma, 2008,
  • The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical education certifies entitled: Chemokines and their receptors in allergic disease. 2007.
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, NY certifies in the educational activity Recommendations for Management of Cow’s Milk Protein Allergy in Infants, 2008, Certificate Number: 12110776
  • Postgraduate Institute for Medicine (PIM) 367 Inverness Parkway, Englewood, is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education (ACCME) to provide continuing medical, New National Guidelines as a Tool for Managing Asthma in Clinical Practice, 2008, Certificate Number: 15385862
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity, Probiotics May Not Be Effective for Eczema in Children, 2008, Certificate Number: 15726466
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity, Tonsillectomy Improves Quality of Life in Patients With Recurrent Tonsillitis, 2008, Certificate Number: 11366391 . Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity, HIV Basic Science and Pathogenesis, 2007 Certificate Number: 10653942
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity, Options for First-line Antiretroviral Therapy of HIV Infection 2007, Certificate Number : 10654225
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity, CROI 2007 – Emerging Changes in the Clinical Management of HIV-Infected Patients: Resistance and Investigational 2007, Certificate Number : 10654313
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity, IAS 2007: Management of Pediatric HIV Infection, and Prevention of Mother-to-Child HIV Transmission, 2007,
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity, ICAAC: HIV Management, 2007, Certificate Number : 10653872
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, NY certifies in the educational activity, AIDS 2008: Emerging Treatment Strategies for Patients With HIV Infection, 2008, Certificate Number: 15385990

PICKY EATERS

  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education Eating Disorder: Pica, 2006
  • The University of Miami School of Medicine certifies that participated in the educational activity titled Masters of Pediatrics: Growth and Nutrition Sessions on Children.
  • The University of Chicago The Division of the Biological science and the Priztker School of Medicine “Conquering the Clinical Challenges of IBD: Optimizing Anti-TNF-Alpha Therapy”.
  • NIH/FAES CME Committee: Phenylketonuria (PKU): Screening and Management The Essentials and Standards of the Accreditation Council for Continuing Medical Education through the joint sponsorship of the Society of Nuclear Medicine.
  • The University of Chicago Pritzker School of Medicine Biologic Therapies for Inflammatory Bowel Disease: Strategies for Optimal Outcomes.
  • Medical Education Collaborative` A Nonprofit Educational Organization 651 Corporate Circle, Suite 104 Golden, CO 80401, The Obesity Epidemic: Prevention and Treatment of the Metabolic Syndrome.
  • AACE (American Academy of CME Inc) 186 Tamarack Circle · Skillman, NJ is accredited to provide continuing medical, Small for Gestational Age: Issues in 2008, Certificate Number: 15386287
  • CONTINUING MEDICAL EDUCATION Postgraduate Institute for Medicine “Reality” Gastroenterology: Meeting the Challenges of GERD and Related Disorders in Clinical Practice
  • Medical Education Collaborative A Nonprofit Educational Organization 7425 Grandview Avenue Arvada, CO 80002, 154th Annual Meeting of the American Psychiatric Association – Eating Disorders and ADHD
  • Medscape , the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, NY certifies, New Guidelines for Alpha-1 Antitrypsin Deficiency .
  • Medical Education Collaborative A Nonprofit Educational Organization Grandview Avenue Arvada . 154th Annual Meeting of the American Psychiatric Association – Eating Disorders and ADHD
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity Eating Disorders in Children and Adolescents: An Update, 2006, Certificate Number : 6428343
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity American College of Gastroenterology 2006 Annual Scientific Meeting and Postgraduate Course – Functional Gastrointestinal Disorders Certificate Number : 9153693

.

 

.

NEUROBEHAVIOUR DEVELOPMENT :

  • The American Epilepsy Society certifies that participated in the educational activity titled “Innovative Epilepsy Therapies for the 21st Century – Part 2
  • Medscape the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, NY certifies, Atropine May Be a Good Alternative to Patching for the Noncompliant Child With Amblyopia,
  • Medical Education Collaborative A Nonprofit Educational Organization 7425 Grandview Avenue Arvada, CO 80002, XII World Congress of Psychiatry – Bipolar Disorder.
  • The Autism Society of America certifies in the Online Autism Course, holistic Management in Autism., 2005
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education Sleep Disorder : Nightmares, 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education Sleep Disorder : Nightterrors, 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Sleeplessness and Circadian Rhythm Disorder, 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, REM Sleep Behavior Disorder, 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Somnambulism (Sleep Walking), 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Sleep Stage Scoring, 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Sleep Dysfunction in Women, 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Normal Sleep, Sleep Physiology, and Sleep Deprivation: General Principles, 2006
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity Basics in Clinical Practice: Recognizing and Treating Sleep Disorders, 2007 Certificate Number : 9153995
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity The Mystery Behind the Silence: Typical Presentation of Autism Spectrum Disorders Certificate Number : 6428393
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity Making the Difficult Diagnosis: Detecting Autism in a Toddler, 2007 Certificate Number : : 9153484
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity Child Behavior Screening in Primary Care, 2007 Certificate Number : 9153582
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Sleep Disorder: Problems Associated With Other Disorders , 2006
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity Current Perspectives in Insomnia, 2006, Certificate Number : 6445089
  • Medical Education Collaborative A Nonprofit Educational Organization 7425 Grandview Avenue Arvada, CO 80002, has participated in the educational program entitled Pharmacologic Treatment of Attention-Deficit Hyperactivity Disorder in Children. CMEC’s,
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity Lifestyle and Complementary Therapies for ADHD: How Health Professionals Can Approach Patients Certificate Number : 9153616
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education Pervasive Developmental Disorder: Asperger Syndrome, 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Pervasive Developmental Disorder: Rett Syndrome 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Pervasive Developmental Disorder: Childhood Disintegration Disorder, 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Cognitive Deficits 2006
  • Medscape, the professional education subsidiary of WebMD Health, New York, certifies in the educational activity, Speech-Language Impairment: How to Identify the Most Common and Least Diagnosed Disability of Childhood, 2008 Certificate Number: 15386421
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Periodic Limb Movement Disorder, 2006
  • The University of Nebraska Medical Center, Center for Continuing Education is accredited by the Accreditation Council for Continuing Medical Education to provide continuing medical education, Restless Legs Syndrome, 2006

.

.

ULTRASONOGRAPHY :

  • Hands on Clinical Course : Pediatric Ultrasonography, Harapan Kita Hospital Jakarta Indonesia
  • Society of Diagnostic Medical Sonography, Continuing Medical Education Certificate, Sonographic Evaluation of the Fetal Head, specialty area(s): Pediatric Echo Vascular Physics. SDMS CME Number: 0002-02892

.

 

.

 

PAPERS PRESENTED IN INTERNATIONAL MEETING :

  1. Clinical Evaluation of a new device for Cutaneus Bilirubin Measurement at Bunda Jakarta Hospital, pada “13th Congress of the Federation of Asia and Ocenia Perinatal Societies”, Kuala Lumpur Malaysia. (poster)
  2. Evaluation and medical treatmant in infant with HIV-infected mothers, pada “ 13th Congress of the Federation of Asia and Ocenia Perinatal Societies”, Kuala Lumpur Malaysia. (poster)
  3. Perinatal Outcome of infants born after in vitro fertilization at Bunda Hospital Jakarta Oral presentation pada “13th Congress of the Federation of Asia and Ocenia Perinatal Societies”, Kuala Lumpur Malaysia. (oral presentation)
  4. Dietery Intervention as a Therapy in Behaviour Problem with Gastrointestinal Allergy,; pada World Congress of Gastroenterology, Hepatology and Nutrition, Paris Perancis 2 – 7 Juli 2004. (oral presentation)
  5. “Using Nutrient Dense in Children with Gastroenterointestinal Allergies”, in “24th International Congress of Pediatric Cancun Mexico”, 15-20 Agustus ,2004. (poster)
  6. “Effects on Stool Characteristics, Gastrointestinal Manifestation and Sleep Pattern of Palm Olein in Formula-fed Term Infants in ” “24th International Congress of Pediatric Cancun Mexico”, 15-20 Agustus, 2004 (poster)
  7. “Dietery Intervention as a therapy for Sleep Difficulty in Children with Gastrointestinal Allergy”; in “8th Asian & Oceanian Congress of Child Neurology, Newdelhi India”, 7 – 10 Oktober, 2004. (poster)
  8. “Dietery Intervention as a therapy for Headache in Children with Gastrointestinal Allergy”; in “8th Asian & Oceanian Congress of Child Neurology, Newdelhi India”, 7 – 10 Oktober, 2004. (poster)
  9. “Overdiagnosis tuberculosis in Children with Failure to thrive”, in The 37th Union World Conference on Lung Health of the International Union Against Tuberculosis and Lung Disease “ di Paris, Perancis, 31 October – 4 November 2006. (poster)
  10. “Overdiagnosis tuberculosis in Children with Failure to thrive”, in The 37th Union World Conference on Lung Health of the International Union Against Tuberculosis and Lung Disease “ di Paris, Perancis, 31 October – 4 November 2006. (abstract)
  11. Review for Five Years : Management Transient Tachypnea of The Newborn . In Asia Pasific Perinatology Congress, Bangkok, November 2006 (oral presentation)

www.drwidodojudarwanto.com

BOOK RELEASE

  • Severe Acute Respiratory Syndrome, Penerbit Puspaswara tahun 2002.
  • Kesulitan Makan pada Anak, penerbit Puspaswara tahun 2003
  • Problematika Gagal tumbuh dan Sulit makan pada Anak., penerbit Yudhasmara tahun 2004.
  • Kontroversi Imunisasi penyebab Autism, penerbit Yudhasmara, tahun 2004.
  • Alergi Makanan pada Anak, penerbit Yudhasmara, tahun 2004.
  • Mengoptimalkan kemampuan Bicara pada Anak, penerbit Yudhasmara, tahun 2005.
  • Pemilihan Susu Terbaik bagi Anak, Penerbit Yudhasmara, tahun 2005.
  • Deteksi dn Pnecegahan Autism, penerbit Yudhasmara, tahun 2005.
  • Gangguan tidur pada Anak, penerbit Yudhasmara, tahun 2005.

www.drwidodojudarwanto.com

AWARD :

“OUTREACH AWARD” in World Congress Pediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition,July 4-7 2004, Paris France. For papers with title : “Dietery Intervention as a Therapy for Behaviour Problems in Children with Gastrointestinal Allergy”.

ADDITIONAL PROFESSIONAL AFFILIATIONS:

Society of Indonesia Medicine
Society of Indonesia Perinatology
Society of Indonesia Paediatrician
EAACI, membership number : EAACI06779
APAPARI (Asia Pasific Association of Paediatric Allergy Respirology and Immunology)

 

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

Gejala Alergi pada bayi dan anak justru paling sering dipicu oleh adanya infeksi khususnya infeksi virus. Tetapi sebaliknya saat itu sering dianggap karena alergi susu atau alergi makanan. Gejala infeksi virus pada bayi khususnya sulit dikenali karena mirip gejala alergi. Reaksi terhadap alergi susu atau alergi makanan biasanya relatif ringan, namun begitu dipicu infeksi manifestasinya lebih berat. Pemicu alergi tidak akan berarti bila penyebab alergi dihindari. Widodo Judarwanto 2012
The doctor of the future will give no medicine, but will instruct his patient in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease.
« Older Entries Recent Entries »