Category Archives: Alergi Makanan

Update on Current Care Guideline: Food allergy (children).

Duodecim. 2015;131(7):694-5.

Update on Current Care Guideline: Food allergy (children).

Mäkelä M, Jartti T, Kolho KL, Poikonen S, Remes S, Schwab U, Sipilä R, Tulonen-Tapio J, Voutilainen H.

Abstract

This guideline, targeted to healthcare workers dealing with food-allergic children, provides a review on the clinical aspects of pediatric food allergy. The main updates include: elimination diets are not recommended for breast-feeding mothers; probiotics are not recommended for allergy prevention or treatment; food challenges are the basis of the diagnosis, but it can be improved by IgE component diagnostics. The treatment for severe symptoms is specific food avoidance, mildly symptomatic children should continue with versatile diet. Specific oral tolerance induction is a safe and effective treatment in most of the pediatric patients.

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

www.allergycliniconline.com

Supported by: ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergycliniconline.com GROW UP CLINIC I Address: JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 29614252 – 081315922012 – 081315922013 www.growup-clinic.com Facebook: FB-Growup Clinic Page Facebook : Allergy Clinic Online. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

Alergi Hidung, Tenggorok dan Telinga Pada Penderita Dewasa dan Alergi Makanan

Alergi Hidung, Tenggorok dan Telinga Pada Penderita Dewasa dan Alergi Makanan

Benarkah Aku Alergi Dingin dan Debu. Benarkah Aku Tidak Alergi Makanan ?

Gejala Alergi pada Hidung, Tenggorok dan Telinga Pada Penderita Dewasa

 

Telinga Hidung Tenggorokan

Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus

Tenggorok : tenggorokan nyeri/kering/gatal, palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem)

Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan. Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

Banyak kasus penderita alergi pada orang dewasa sering frustasi karena hilang timbulnya keluhan dan tanpa diketahui secara pasti penyebabnya. Selama ini sebagian besar penderita atau bahkan Dokter masih menganggap bahwa penyebab utama debu dan dingin. Tetapi anehnya keluhan alergi hanya timbul pagi dan malam hari, justru lebih berat saat siang hari. Justru saat pagi debu sedikit dan siang hari debu lebih banyak. Selama ini alergi dianggap karena dingin atau hujan. Tetapi juga aneh, saat siang hari di kantor ata saat tidur siang AC nya sangat dingin keluhan alergi tiba-tiba hilang dan napas menjadi lega. Sehingga berbagai dokter telah dikunjungi namun seringkali semakin bingung karena pendapat berbagai dokter tersebut tidak ada yang sama. Seorang dokter mengatakan makanan tidak berkaitan dengan berbagai gejala yang ada. Tetapi kelompok dokter lain mengatakan bahwa makanan berperanan dengan gangguan yang ada. Perbedaan pendapat ini wajar terjadi, selama ini hipotesa yang masihbanyak dianut bahwa alergi makanan tidak berpengaruh dewasa.

Hal ini wajar tejadi karena sumber kontroversi tersebut sampai saat ini adalah penentuan diagnosis alergi makanan dan banyak faktor yang berpengaruh. Untuk memastikan makanan sebagai penyebab alergi adalah dengan diagnosis klinis bukan dengan pemeriksaan laboratorium atau tes alergi. Bukan hanya perbedaan pendapat antara klinisi, hasil penelitian tentang alergi makanan berkaitan dengan manifestasi berbagai organpun seringkali tidak sama karena sebagian peneliti mengandalkan diagnosis bukan dengan diagnosis klinis tetapi dengan pemeriksaan laboratorium atau tes alergi. Bila kesalahan dasar dalam memastikan penyebab alergi makanan ini terjadi maka perbedaan pendapat dan kontroversi tersebut akan terjadi semakin besar dalam penanganan berbagai kasus alergi.

Memang sampai saat ini bahkan di negara sudah majupun banyak gangguan alergi tidak disadari bahkan oleh sebagian dokter. Sejauh ini banyak orang tidak mengetahui bahwa berbagai keluhan yang dia alami atau yang dialami anaknya itu adalah gejala alergi. Resource (Marketing Research) Limited melakukan penelitian di Inggris bagian selatan, tahun 2000 dilaporkan lebih dari 50% orang dewasa menderita alergi makanan. Sekitar 70% penderita alergi baru mengetahui kalau ia mengalami alergi setelah lebih dari 7 tahun. Sekitar 50% orang dewasa mengetahui penyebab gejala alergi setelah 5 tahun, bahkan terdapat 22% baru mengetahui setelah lebih 15 tahun mengalami gangguan alergi tersebut. Sebanyak 80% penderita alergi mengalami gejala seumur hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa di negara maju seperti Inggrispun para dokter terlambat mendiagnosis alergi apalagi di Indonesia. Ternyata para dokter di Inggrispun menganggap bahwa selama ini berbagai gangguan yang ada tidak berkaitan dengan alergi.

Berbagai gangguan alergi atau hipersensitifitas makanan tersebut adalah gangguan fungsional sehingga dianggap normal dan dikatakan dengan pertambahan usia akan membaik. Mungkin saja saja sebagian pendapat tersebut benar. Memang penderita alergi makanan terutama yang mengganggu saluran cerna dan ssusunan saraf pusat mengalami gangguan fungsional. Gangguan alergi makanan khususnya gangguan pada saran cerna dan susunan saraf pusat adalah gangguan fungsi bukan gangguan organnya. Hal inilah yang melatarbelakngi mengapa semua gangguan yang berkaitan dengan alergi makanan dan hipersensitifitas makanan sering dianggap normal. Karena, memang manifestasi yang ada tidak didapatkan kelainan organ dengan pemeriksaan USG, foto kontras dan CT scan. Karena pemeriksaan tersebut tidak didapatkan kelainan maka dianggap penderita tidak punya kelainan, tetapi anehnya keluhan penderita hilang timbul. Bahkan beberapa dokter menganggap bahwa gangguan tersebut dipengaruhi karena stres. Saat dilakukan eliminasi provokasi makanan ternyata gangguan yang dianggap normal itu bisa membaik. Memang gangguan fungsional pada umumnya adalah masalah imaturitas atau ketidakmatangan sistem tubuh, karena dengan pertambahan usia setelah usia 2 hingga 7 tahun akan membaik. Meski ada yang masih mengalami hingga usia 12 tahun dan sebagian masih mengalami hingga dewasa meski dengan tingkat gangguan yang berkurang. Tetapi bukan berarti harus menunggu sampai usia tertentu membaik karena bila dilakukan elminasi provokasi makanan untuk mencari penyebab makanan penyebabnya gangguan tersebut akan membaik.

Ilustrasi Kasus Kontroversi Alergi :

  • Berbagai klinisi dan penelitian banyak yang mengungkapkan bahwa alergi berkaitan dengan berbagai gangguan tubuh dan gangguan perilaku. Hal ini terjadi karena klinisi dan dokter tersebut menentukan tanda dan gejala alergi dengan melakukan diagnosis klinis dengan eliminasi provokasi. Sedangkan dokter lain dan peneliti lain mengungkapkan bahwa alergi tidak berkaitan dengan berbagai manifestasi yang ada karena menggunakan dasar laboratorium atau tes alergi. Padahal dalam menentukan diagnosis alergi makanan yang paling penting adalah diagnosis klinis bukan laboratorium atau tes alergi.
  • Seorang dokter pernah diklaim oleh dokter lainnya ketika menulis bahwa tes alergi tertentu tidak direkomendasikan dan tidak akurat sebagai pengobatan atau diagnosis. Bahkan perbedaan pendapat tersebut berpotensi akan memasuki meja hijau, tetapi dengan komunikasi ilmiah yang dilakukan ternyata perbedaan pendapat tersebut dapat diperbaiki.
  • Seorang dokter ahli dipermasalahkan oleh sebagian dokter ahli lainnya mengungkapkan berbagai tanda dan gejala alergi yang ada berkaitan dengan makanan. Padahal ungkapan tersebut disampaikan ditunjang dengan fakta ilmiah dari berbagai penelitian yang ada. Akhirnya perbedaan pendapat ini masuk dalam ranah komite etik profesi. Dalam pertemuan tersebut juga masih terjadi perbedaan pendapat tajam. Seorang nara sumber bidang yang berkopeten mengatakan bahwa bisa saja pengaruh histamin dapat menganggu berbagai organ tubuh lainnya meski insidennya tidak banyak. Tetapi yang pihak lain bependapat bahwa berbagai pakar dari berbagai keahlian tidak setuju dengan berbagai tanda dan gejala tersebut dikaitkan dengan alergi makanan. Tetapi akhirnya salah satu pihak mengalah untuk tidak mempanjang kontroversi ini demi kesejawatan.
  • Seorang penderita kejang yang berlangsung selama sepuluh tahun dengan minum berbagai obat anti kejang tidak membaik. Dalam pemeriksaan laboratorium, CT scan dan EEG dalam batas normal. Berbagai dokter ahli persarafan di Indonesia bahkan di Singapura di bidangnyapun masih terjadi beda pendapat. Sebagian menyarankan minum obat kejang sebagian dokter lainnya obat kejang tidak perlu. Ketika dilakukan evaluasi ternyata penderita mengalami gangguan alergi makanan dan dicurigai bahwa sangat mungkin gangguan kejang karena berkaitan dengan alergi makanan. Saat dilakukan elminasi provokasi makanan terbukti gejala alergi saluran cerna membaik dan keluhan kejang membaik tanpa pengobatan anti kejang. Saat itu penderita melakukan elminansi provokasi makanan dengan ketat selama 2 bulan. Tetapi saat mendengar informasi dari dokter ahli lainnya bahwa makanan tidak berkaitan dengan gejala tersebut penderita melepas lagi program eliminasi provokasi makanan. Ketika melakukan konsultasi ulang ternyata setelah 2 bulan paska menarik diri dari program elimnasi provokasi tersebut gejala kejang tersebut hilang timbul lagi dengan berganti-ganti obat tetapi responnya tidak membaik seperti yang diharapkan.
  • Penatalaksanaan Alergi pada anak khususnya alergi pada saluran napas dan hidung sering sangat sulit dan tidak optimal. Hal ini terjadi karena sampai saat ini banyak klinisi kesulitan dalam mencari penyebab alergi
  • Permasalahan ini terjadi karena banyak klinisi kesulitan dalam mencari penyebab alergi. Jadi fakta yang kita hadapi selama ini adalah hanyalah mengobati akibat penyakitnya tetapi tetapi tidak mencari akar permasalahan kenapa penyebab penyakit itu bisa timbul jangka panjang dan hilang timbul. Berbagai pemeriksaan alergi ternyata akurasi dan spesifitasnya sangat rendah. Hal inilah yang tampaknya menjadi penyebab utama mengapa kasus alergi sulit sekali dalam mengatasinya.
  • Pemeriksaan yang terbukti secara ilmiah untuk mencari penyebab alergi adalah tes kulit dan RAST. Namun pemeriksaan alergi berupa tes kulit, dan RAST sangat terbatas sebagai alat diagnosis untuk alergi makanan. Sehingga sebaiknya tidak boleh menghindari dan membolehkan makanan penyebab alergi berdasarkan karena tes kulit alergi. Karena, tes kulit ini tidak bisa mendeteksi reaksi alergi tipe lambat seperti alergi makanan tertentu.
  • Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan alergi. Paling ideal dalam mencegah timbulnya alergi adalah menghindari pencetus atau penyebabnya. Hal ini memerlukan pengamatan yang cermat dan kerjasama yang baik antara dokter, pasien dan keluarga. Untuk mendapatkan hasil penanganan alergi yang optimal harus dipahami perbedaan antara penyebab dan pencetus alergi.

Berdasarkan beberapa fakta ilmiah termasuk berbagai penelitian ilmiah belakangan telah terungkap bahwa alergi makanan menimbulkan komplikasi yang cukup mengganggu, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Karena gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan tidur, gangguan emosi, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala ADHD dan autism. Meskipun sebenarnya alergi bukan penyebab ADHD atau Autism tetapi hanya memperberat gangguan perilaku yang sudah ada tersebut. Meski berbagai peneilitian klinis juga mengungkapkan hal tersebut ternyata terdapat juga sebagian penelitian klinis yang tidak sependapat bahwa berbagai kelainan tersebut tidak berkaitan dengan alergi.

Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan kedokteran dan teknologi kedokteran, namun kejadian alergi justru meningkat pesat, dan semakin banyak yang masih misterius belum terungkap. Banyak klinisi memvonis alergi pada penderita tetapi tidak bisa mengadviskan dengan pasti penghindaran penyebab karena kesulitan terbesar penanganan alergi adalah mencari penyebabnya.

Alergi dan hipersensitifitas makanan pada anak tidak sesederhana seperti yang pernah kita ketahui. Sebelumnya kita sering mendengar dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter anak, dokter spesialis yang lain bahwa alergi itu gejala adalah batuk, pilek, sesak dan gatal. Padahal dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Belakangan terungkap bahwa menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dan hipersensitivitas makanan dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Karena gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala ADHD dan Autism.

Bila melihat demikian luasnya gangguan yang terjadi dan banyaknya organ yang terganggu, tampaknya alergi dan hipersensitivitas makanan adalah suatu “gangguan sistemik”. Dapat dimaklumi bila ada pendapat, bahwa ungkapan itu terlalu berlebihan karena semua keluhan selalu dikaitkan dengan alergi dan hipersensitifitas makanan. Namun pendapat ini akan sirna, bila banyak penderita alergi dan hipersensitivitas makanan mengungkapkan, memang benar bahwa gangguan dan keluhan tersebut memang terjadi pada dirinya. Secara ilmiahpun hal ini didukung oleh penelitian ilmiah dan laporan ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang mengaitkan bahwa berbagai gejala tersebut penyebabnya adalah alergi. Habnya seringkali terjadi kontroversi yang berlebihan antara sesama dokter dan orangtua karena alergi dan hipersensitivitas makanan hanya bisa ditegakkan diagnosisnya dengan diagnosis klinis bukan dengan pemeriksaan laboratorium. Diagnosis klinis adalah mengamati secara cermat tanda dan gejala yang timbul berkaitan dengan pemberian makanan yang diberikan melalui anamnesa (menanyakan secara cermat semua keluhan) dan pemeriksaan fisaik oleh dokter.

Dalam beberapa puluh tahun lamanya mungkin sering dihadapi oleh masyarakat pada umumnya, masih sering terjadi kontroversi tentang penyakit alergi dan hipersensitifitas makanan. Sering terjadi bukan hanya pada orang awam di kalangan dokterpun masih banyak terjadi perbedaan pendapat. Seorang penderita alergi dan hipersensitivitas makanan mendapat advis dari seorang dokter untuk menghindari makanan tertentu untuk mengurangi keluhan penyakitnya. Tetapi dokter lainnya mengatakan tidak perlu menghindari makanan tersebut, karena makanan tidak berhubungan dengan penyakitnya. Sebagian dokter berpendapat, bahwa gejala alergi dan hipersensitivitas makanan jarang ditemukan. Ada pendapat alergi dan hipersensitivitas makanan hanya berkaitan dengan sedikit penyakit dan sangat jarang menyangkut bahan makanan.

Makanan yang diakui sebagai penyebab alergi masih sangat terbatas misalnya gluten susu dan ikan. Sedangkan kubu dokter lain berpendapat alergi dan hipersensitivitas makanan sangat umum dan bersembunyi dibalik berbagai kelainan yang hingga sekarang tak dapat disembuhkan, seperti radang sendi (artritis), eksim (dermatitis atau alergi kulit), migren (sakit kepala sebelah). Mereka ingin mengungkapkan bahwa seluruh permasalahan kesehatan dapat dicetuskan dan disembuhkan dengan penanganan alergi dan hipersensitivitas makanan. Timbul pendapat bahwa penyebab alergi makanan tidak dibatasi, semua jenis makanan atau minuman dapat dianggap sebagai penyebab alergi.

Bahkan bahan bukan makanan dapat menyebabkan alergi seperti semprotan rambut, uap obat nyamuk, uap bensin, plastik dan semua bahan kimia yang potensial mengganggu dalam lingkungan kita. Penyebab alergi lainnya yang sudah lama diyakini dan tidak disangsikan lagi adalah debu, kutu, bulu binatang, serbuk sari atau bulu unggas lainnya.

Suasana perbedaan pendapat tersebut jauh dari suasana kekeluargaan. Ungkapan dari berbagai pihak seperti “tak terbukti”, “berbahaya”, “orientasi obat”, “berpikiran sempit”, “tidak ilmiah” atau “tidak kompeten” secara tak sadar secara langsung diterima oleh pasien. Jika para pakar medis sudah berbeda pendapat secara tajam, maka orang awam menjadi bingung karena pendapat berbagai dokter berlainan. Dalam menghadapi kontroversi ini tidak heran bila masyarakat semakin bingung tak tahu harus minta bantuan kemana. Fakta ilmiah dan data penelitian telah banyak menunjukkan bahwa ternyata makanan tertentu dapat menyebabkan berbagai gangguan yang selama ini tidak diperkirakan banyak orang. Ternyata, makanan yang bergizi setinggi apapun dan selezat apapun ternyata dapat merugikan mengganggu tubuh manusia yang sebaliknya dapat mengakibatkan berbagai gangguan fungsi tubuh.

Berbagai gangguan dan sistem tubuh telah disepakati sebagai akibat pengaruh makanan. Tetapi sebaliknya justru telah menjadi kontroversi baik masyarakat awam maupun sesama dokter bahwa ternyata berbagai makanan sebagai penyebab gangguan tubuh manusia. Hal itu terjadi karena untuk memastikan pengaruh makanan terhadap tubuh bukan berdasarkan tes alergi atau pemeriksaan laboratorium semata tetapi berdasarkan diagnosis klinis yang di bidang medis di sebut chalenge test atau eliminasi provokasi makanan.

Tidak hanya dalam alergi makanan, tampaknya kontroversi itu adalah hal yang biasa seperti hal penyakit lainnya di bidang kedokteran. Biasanya bila untuk memastikan diagnosis suatu penyakit atau kelainan hanya berdasarkan diagnosis klinis seringkali akan menimbulkan banyak kontroversi krena subyektifitasnya sangat tinggi. Contoh tersebut adalah dalam diagnosis Autism, ADHD, dan diagnosis gangguan fungsional lainnya yang dalam pemeriksaan imunopatobiologis normal. Hal ini mengakibatkan bahwa ADHD adalah wrong diagnosis terbesar di Amerika Serikat. Kondisi tersebut juga mengakibatkan mengapa seorang gangguan perilaku yang sama didiagnosis yang berbeda oleh 5 dokter yang berbeda. Beragamnya diagnosis kepada anak yang sama tersebut seperti diagnosis Autis, Autism Ringan, Bukan Autis, PDD NOS atau ADHD. Padahal klinisi yang mendiagnosisnya adalah sudah berkopeten di bidangnya. Tetapi bila dasar diagnosis tersebut parameternya disertai laboratorium dan pemeriksaan penunjang maka perbedaan pendapat tersebut semakin jarang. Misalnya diagnosis Hepatitis B, Hipertensi, Sindrom Nefrotik (klainan ginjal) atau Diabetes Melitus maka dalam mendiagnosisnya relatif tidak menimbulkan perbedaan persepsi.

Sumber Kontroversi

  • Di bidang ilmu kedokteran telah disepakati secara ilmiah bahwa untuk memastikan penyebab alergi adalah dengan eliminasi provokasi makanan bukan dengan tes alergi. Tes alergi hanya membantu diagnosis bukan memastikan penyebab alergi. Tetapi kesepakatan ilmiah yang seharusnya tidak terbantahkan ini sering diabaikan dan menjadi sumber berbagai kontroversi yang ada
  • Penyebab lain perbedaan pendapat ini adalah sulitnya untuk memastikan penyebab alergi dengan melakukan eliminai provokasi makanan. Gold Standart atau standar baku emas diagnosis alergi makanan adalah DBPCFC (Double Blind Placebo Chalenge Food Control). Tetapi karena relatif rumit timbul beberapa modifikasi Chalenge test atau eliminasi provokasi makanan yang kelihatan mudah tetapi sulit ini seringkali tidak pernah dilakukan oleh klinisi dan sebagian ahli alergi untuk memastikan penyebab alergi makanan.
  • Gangguan alergi makanan khususnya gangguan pada saran cerna dan susunan saraf pusat adalah gangguan fungsi bukan gangguan organnya. Hal inilah yang melatarbelakngi mengapa semua gangguan yang berkaitan dengan alergi makanan dan hipersensitifitas makanan sering dianggap normal. Karena, memang manifestasi yang ada tidak didapatkan kelainan organ dengan pemeriksaan USG, foto kontras dan CT scan. Karena pemeriksaan tersebut tidak didapatkan kelainan maka dianggap penderita tidak punya kelainan, tetapi anehnya keluhan penderita hilang timbul. Saat dilakukan eliminasi provokasi makanan ternyata gangguan yang dianggap normal itu bisa membaik.
  • Penelitian berbagai manifestasi klinis dan pengaruh alergi makanan masih belum banyak terungkap jelas. Sampai saat ini keterkaitan berbagai manifestasi klinis gangguan fungsi tubuh dengan alergi makanan dan hipersensitifitas lainnya masih relatif sulit dibuktikan secara ilmiah. Dalam penelitian ilmiah penelitian klinis adalah mempunyai kualitas penelitian yang tidak lebih baik dibandingkan penelitian yang diukur dengan parameter imunopatobiologis. Padahal diagnosis alergi makanan dan hipersensitifitas lainnya berdasarkan diagnosis klinis bukan dengan pemeriksaan laboratorium imunopatobiologis Hal inilah yang mengakibatkan bahwa keterkaitan manifestasi klinis dengan alergi makanan sulit dibuktikan dengan standard ilmiah yang lebih baik. Pada umumnya dasar diagnosis penelitian alergi makanan dan hipersensitifita lainya yang membuktikan ketidakbermaknaannya hubungan tersebut dibuat bukan berdasarkan eliminasi provokasi tetapi berdasarkan parameter tes alergi dan laboratorium penunjang. Sehingga kesimpulan yang dibuatpun menjadi lemah. Seharusnya penelitian dampak alergi makanan atau manifestasi alergi makanan berdasarkan eliminasi provokasi makanan bukan berdasarkan parameter laboratorium atau pemeriksaan ts alergi. Di masa datang permasalahan alergi makanan dan hipersensitifitas makanan akan lebih terungkap dengan jelas bila penelitian klinis eliminasi provokasi makanan disertai perubahan klinis dan perubahan biomolekular.
  • Sebagian dokter bahkan masih mendewakan tes alergi sebagai cara untuk mencari memastikan penyebab alergi makanan dan hipersensitifitas makanan. Hal ini tampak dengan banyak pendapat dari beberapa dokter bahwa ketika seseorang dipastikan menderita alergi makanan dan hipersensitifitas makanan dengan eliminasi provokasi masih disangsikan ketika belum dilakukan tes alergi. Padahal justru angka kejadian alergi makanan lebih sedikit dibandingkan hipersensittifitas makanan lainnya. Secara umum penderita alergi makanan adalah berkisar 4-9% tetapi diduga angka kejadian hipersensitifita makanan lainnya sepuluh kali lipat dibandingkan penderita alergi makanan. Tes alergi memang diperlukan untuk diagnosis tetapi untuk memastikannya harus dikonfirmasi lagi dengan eliminasi provokasi atau chalenge test.

Sumber Kontroversi lainnya

  • Pada umumnya gangguan reaksi simpang makanan karena alergi atau hipersensitifitas makanan merupakan gangguan fungsional sistem tubuh. Gangguan fusngsional sistem tubuh mempunyai karakteristik oragan tubuh yag terlibat sering dianggap normal dan dalam pemeriksaan penunjangpun tidak ditemukan kelainan. Sehingga saat dilakukan pemeriksaan penunjang apapun seperti USG, CT Scan, MRI, EEG atau pemeriksaan lainnya pada organ tubuh adalah normal. Bila dikatakan normal sering timbul pertanyaan pada penderta. Mengapa dikatakan normal, padahal saya sangat menderita setiap hari dan berlangsung demikian lama. Dalam kedaan seperti ini biasanya setiap dokter yang memeriksa akan memeberikan pendapat yang bebeda tentang penyebabnya, bahkan sebagian dokter mengatalkan jujur tidak tahu penyebabnya. Beberapa dokter yang mencoba berspekulasi memberikan penilaian tentang penyebab kelainan tersebut biasanya jawaban seputar stres, masuk angin, terlalu capek dan masih bayak penyebab lainnya yang secara ilmiah kadang tidak sesuai. Sehingga saat wajar ketika pasien mengeluhkan gangguan yang selama ini diderita kepada tiga atau lima dokter pendapatnya akan berbeda. Hal ini akan membuat penderita semakin frustasi. Bila penyebabnya masih simpang siur maka akan berimbas pada terapinya akan juga tidak akan pernah fokus pada penyebabnya. Hal inilah yang juga mengakibatkan penderita gangguan reaksi simpang makanan karena alergi atau hipersensitifitas makanan menjadi berkepanjangan hilang timbul terus menerus dengan berpindah-pindah dokter.
  • Berdasarkan beberapa fakta ilmiah belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup menggaggu, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Karena gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan tidur, gangguan emosi, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala ADHD dan autism. Meskipun sebenarnya alergi bukan penyebab ADHD atau Autism tetapi hanya memperberat gangguan perilaku yang sdah ada tersebut.
  • Resiko dan tanda alergi dapat diketahui sejak anak dilahirkan bahkan sejak dalam kandunganpun mungkin sudah dapat terdeteksi. Alergi dapat dicegah sejak dini dan diharapkan dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan Anak secara menyeluruh. Sehingga “overtreatment” dan “overdiagnosis” yang diberikan terhadap penderita alergi dapat dicegah sedini mungkin. Akhirnya komplikasi yang ditimbulkan khususnya dalam ganguan otak dan gangguan perilaku juga dapat dicegah lebih dini.

Berbagai pendapat dalam kontroversi itu adalah Kesulitan memastikan penyebab alergi makanan dan hipersensitifitas makanan yang seharusnya berdasarkan klinis ini mengakibatkan melebarnya perbedaan pandangan di bidang lainnya. Kontroversi tersebut adalah :

  • Pendapat ekstrim sebagian dokter yang mengatakan bahwa belum di tes dan diperiksa laboratorium tetapi sudah dipastikan alergi
  • Beberapa dokter berulang kali mengatakan bahwa penyebab alergi makanan terbesar di Jakarta adalah udang dan ikan laut, karena berdasarkan tes kulit alergi. Padahal tes kulit bukan untuk memastikan penyebab alergi makanan. Seharusnya yang benar adalah “kemungkinan” penyebab alergi adalah udang. Karena, belum tentu berbagai hasil tes kulit yang negatif adalah bukan penderita alergi makanan bahan yang di tes tersebut.
  • Pemeriksaan alergi dengan tes alternatif yang tidak diakui oleh berbagai institusi kesehatan internasional dan tidak terbukti secara ilmiah seperti bioresonansi, IgG4 (yang dikirim ke Amerika) dan berbagai tes unproven lainnya
  • Penanganan langkah awal penderita alergi adalah mendeteksi penyebab dan menghindarinya. Tetapi karena berbagai kesulitan langkah awal ini diabaikan tetapi langsung masuk ke langkah berikutnya dengan pengobatan dan pencegahan alergi dengan obat-obatan.
  • Berbagai hal gejala dan gangguan fungsi tubuh disebabkan alergi dan hipersensitifitas makanan lainnya sering disangkal. Tetapi justru penyangkalan tersebut tanpa data ilmiah untuk membuktikan memang tidak berhubungan. Tetapi justru penelitian awal yang sudah semakin banyak bahkan tetap masih dipandang sebelah mata karena memang didoinasi penelitian klinis.
  • Pemakaian obat-obatan untuk profilaksis alergi makanan baik dengan ketotifen (profilas) atau obat alergi lainnya yang tidak terbukti sebagai pencegahan.
  • Sebenarnya fakta makanan dapat mengakibatkan berbagai manifestasi penyakit sudah diyakini beberapa praktisi kesehatan sejak lama. Hanya karena keterkaitan masalah tersebut belum dapat dibuktikan secara klinis tentang penyebabnya maka juga timbul berbagai perbedaan pandangan.
  • Berbagai pendekatan diet yang dianggap tidak seuai manifestasi imunopatobiologis bidang kedokteran di antaranya adalah :
  1. Diet berdasarkan Golongan darah
  2. Diet rotasi
  3. Diet Asam basa

Angka kejadian alergi dan hipersensitifitas makanan terus meningkat tajam dalam dekade terakhir ini. Terdapat kecenderungan alergi pada anak, merupakan kasus yang mendominasi kunjungan penderita di klinik rawat jalan pelayanan Kesehatan Anak. Perhatian dan penanganan alergi pada anak masih belum optimal, bahkan sering terjadi keterlambatan penanganan. Tampak pada orang tua penderita alergi baru menyadari bahwa anaknya menderita alergi setelah sekian tahun lamanya anaknya menderita sakit yang berulang dan telah berganti-ganti dokter.

Cara menyikapinya

  • Kontroversi yang sangat tajam tersebut bukan hanya membingungkan para dokter tetapi pasienpun akan lebih bingung dalam menerima perbedaan pendapat para dokter tersebut. Untuk menyikapi hal tersebut sebenarnya bukan dengan langsung memvonis dokter satu paling benar atau dokter lain salah. Tetapi dipihak klinisi atau organisasi profesi harus membuat forum disikusi dan kalau perlu membuat workshop atau debat ilmiah untuk menyelesaikan masalah ini. Kala sudah sepakat maka para klinisi tersebut melalui organisasi profesi mengeluarkan rekomendasinya. Kebenaran ilmiah adalah kebenaran fakta ilmiah sesuai Evidance Base Medicine. Bukan berdasarkan opini pakar atau profesor tanpa mempertimbangkan fakta klinis yang ada.
  • Bagi klinisi yang berseberang pendapat memang wajar terjadi tetapi harus berdasarkan fakta ilmiah dari pengalaman klinis berbasis bukti dengan didasari oleh berbagai penelitian. Tetapi sebaiknya bila klinisi tersebut tidak berbekal data ilmiah tetapi langsung membuat kontroversi semakin panas sangat disayangkan karena penyelesaian perbedaan pendapat tersebut harus diselesaikan dengan cara ilmiah bukan dengan debat tidak ilmiah.
  • Sedangkan di pihak pasien atau orangtua pasien dalam menyikapi hal ini harus secara obyektif. Bila orangtua atau pasien ragu dengan berbagai kontroversi tersebut maka sebaiknya ikuti langkah eliminasi provokasi atau chalenge test di bawah pengawasan dokter ahli. Bila berbagai gangguan yang ada membaik maka sebaiknya penderita harus percaya dengan fakta yang ada, bahwa alergi dapat mengganggu berbagai organ tubuh yang ada. Bila fakta tersebut ada, bukan berarti harus menyalahkan pendapat dokter lainnya bahwa dokter yang lain salah. Bahwa memang kebenaran ilmiah tersebut akan terjadi seiring dengan berjalannya waktu yang membutuhkan proses ilmiah alamiah yang panjang.

Benarkah Berbagai Gangguan ini bukan karena alergi atau hipersensitifitas makanan

ORGAN/SISTEM TUBUH

GEJALA DAN TANDA

1

Sistem Pernapasan

Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing, banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) , rattling dan vibration dada.

2

Sistem Pembuluh Darah dan jantung

Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada, pingsan, tekanan darah rendah, denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, kesemutan, redness or blueness of hands; pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung); nyeri dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan. Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

3

Sistem Pencernaan

GERD (Gastrooesephageal Refluks Disease), Maag, Dispepsia, IBS (Irritable Bowel Syndrome) Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah, sulit berak (konstipasi), sering buang angin (flatus), mulut berbau, kelaparan, haus, saliva (ludah) berlebihan atau meningkat, canker sores, sariawan, metallic taste in mouth (rasa logam dalam mulut, stinging tongue, nyeri gigi, burping (glegekan/sendawa), retasting foods, ulcer symptoms, nyeri ulu hati, indigestion, mual, muntah, perut terasa penuh, gangguan mengunyah dan menelan, perut keroncongan, Nyeri Perut (spastic colitis, “emotional colitis,” kolik kandung empedu gall bladder colic, cramp), diare (mudah buang air besar cair dan sering), sering buang angin dan besar-besar dan panjang, timbul lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau panas.

4

Kulit

Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak. Sering berkeringat.

6

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting; vaginal discharge; genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri; nyeri bila berhubungan kelamin

7

Sistem Susunan Saraf Pusat

Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar. Perilaku : Therapy terapi: impulsif, sering Marah, buruknya perubahan suasana hati (gangguan mood), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung, pusing, ketidakseimbangan, jalannya sempoyongan, lambat, lambat, membosankan, kurang konsentrasi, depresi, menangis, tegang, marah, mudah tersinggung, cemas, panik, dirangsang, agresif, overaktif, ketakutan, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang, kepala terasa penuh atau membesar, sensasi melayang, gangguan memori jangka pendek (short memory losy), salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi ektrim dalam tulisan tangan, halusinasi, delusi, paranoia, Bicara Gagap, claustrophobia, kelumpuhan, negara katatonik, disfungsi persepsi, gejala khas keterbelakangan mental impulsif. Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)

8

Sistem Hormonal

Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), endometriosis, Premenstrual Syndrome (Nyeri dan gangguan lainnya saat haid, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok. Keputihan, jerawat.

9

Jaringan otot dan tulang

Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness, joint deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum, , limping gait, gerak terbatas

10

Gigi dan mulut

Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering, sindrom oral dermatitis. Geraham belakang nyeri sering dianggap sebagai Tooth Impacted (tumbuh gigi geraham miring)

11

Mata

nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan edema palpebra, Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum (bintitan).

BERBAGAI GANGGUAN ALERGI PADA DEWASA

  • Mengalami Gizi Ganda : bisa kurus, sulit naik berat badan atau kegemukan. Pada kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan nafsu makan kurang. Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami nafsu makan berlebihan
  • Kesulitan Makan dan gangguan Makan : Nafsu makan buruk atau gangguan mengunyah menelan
  • Kepala,telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam atau ac). Keringat berbau.
  • FATIQUE atau KELELAHAN : mudah lelah, sering minta gendong, Pada dewasa sering mengeluh “capek”
  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR), atau sinusitis hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT ANTIBIOTIKA TERLALU SERING.
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
  • Sering mengalami OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, mulut, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN

BERBAGAI PERILAKU, GANGGUAN MOTORIK DAN GANGGUAN FUNGSI SUSUNAN SARAF PUSAT LAINNYA

  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, vertigo
  • GANGGUAN TIDUR : Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam , Tidur bolak-balik. Berbicara,tertawa,berteriak atau berjalan saat tidur, Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi, Mimpi buruk, “beradu gigi” atau gigi gemeretak atau bruxism
  • AGRESIF MENINGKAT: mudah memukul atau menampar orang lain, berlaku kasar terhadap anak , istri atau suami.
  • GANGGUAN KONSENTRASI: mudah lupa (short mempry lost), sering lupa meletakkan kunci, lupa nama teman tetapi memori lama kuat.
  • EMOSI TINGGI : mudah marah, sering berteriak, mengamuk, keras kepala, negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi.
  • DEPRESI DAN MUDAH CEMAS : mudah marah, sedih berlebihan, mudah tersinggung, sering kesepian, mudah menangis meski masalahnya ringan
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK :Jalan terburu-buru mudah tersandung kaki meja atau kaki kursi
  • GANGGUAN SENSORIS : perabaan telapak kaki dan tangan sensitif (mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan binatang berbulu). Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir sering geli dan harus pakai sandal), sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH tapi sangat ringan dianggap normal, pilih-pilih makanan tidak sukan makanan berserat seperti daging empal, sayur tertentu.
  • IMPULSIF : banyak bicara, tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain, bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. Mudah menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat.

.

.

BERBAGAI GANGGUAN YANG BELUM DIKETAHUI SEBABNYA ATAU berbagai GANGGUAN AUTO IMUN LAINNYA SERING DIPERBERAT KARENA MANIFESTASI ALERGI. Menurut berbagai penelitian berbagai gangguan ini dapat diperberat karena alergi dan hipersensitifitas makanan. Tetapi alergi atau hipersensitifitas makanan bukan sebagai penyebabnya.

  • Lupus
  • Fibromialgia
  • Irritabel Bowel Syndrome
  • Rematoid Artritis
  • Henoch Schonlein Syndrome
  • Prurigo Hebra (gangguan kulit)
  • Psoriasis
  • Epilepsi
  • Autism
  • ADHD
  • Gangguan non organik (gangguan fungsional lainnya) seperti migrain, vertigo, kejang tanpa demam dengan pemeriksaan EEG normal, (SKBE : Serangan kejang Bukan Epilepsi), gangguan konsentras, gangguan perilaku dan gangguan perkembangan lainnya
  • Berbagai Gangguan Metabolisme dan gangguan genetik lainnya

Cara Membuktikan Adanya alergi makanan

  • Bila tanda dan gejala timbul lebih dari 3 dan di sertai salah satu gangguan saluran cerna maka sangat mungkin berbagai gangguan tersebut disebabkan karena alergi atau hipersenitifitas makanan.
  • Penanganan berbagai gangguan yang disebabkan alergi dan hipersensitifitas makanan haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut khuusunya makanan tertentu.
  • Penyebab utama adalah reaksi makanan tertentu tetapi dampaknya ringan. Namun saat yang ringan tersebut tidak dicermati akan diperberat oleh pemicu paling sering adalah infeksi virus atau fluyang sering tidak terdeteksi dan diabaikan oleh dokter sekalipun. Bila hal itu penyebabnya maka setelah 5 hari akan membaik. Tetapi akan timbul lagi bila terkena infeksi virus lagi bila di rumah ada yang sakit lagi
  • Bila berbagai gangguan bila disertai manifestasi alergi lainnya sangat mungkin alergi makanan berperanan sebagai penyebabnya.
  • Penanganan terbaik pada penderita alergi makanan dengan gangguan tersebut adalah adalah dengan menghindari makanan penyebabnya. Pemberian obat anti alergi dan obat untuk saluran cerna penghilang rasa sakit dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab alergi.
  • Ikuti langkah-langkah dalam Tes Alergi Makanan : Challenge Tes – Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka
  • Kemudian lakukanlah eliminasi provokasi makanan seperti yang tersebut di atas selama 3 minggu di bawah pengawasan dokter ahli. Bila berbagai gangguan tersebut membaik maka dapat dipastikan bahwa anda mengalami alergi makanan. Dan berbagai gangguan yang ada selama ini disebabkan karena alergi makanan. Tetapi dalam melakukan eliminasi makanan selama 3 mingu tersebut haris disiplin dan ketat. Gangguan alergi biasanya masih sering timbul dalam pelaksanaan eliminasi makanan tersebut bila penderita tidak disiplin dan mengalami infeksi virus yang sering tidak terdeteksi seperti badan hangat, bersin, hidung buntu dan sebagainya.
  • Pencetus atau hal yang memperberat (bukan penyebab) adalah udara dingin, stres, aktifitas, udara panas. Bila terdapat pencetus tersebut manifestasi alergi tidak akan timbul bula penyebab alergi makanan dihindari
  • Penyebab lain yang memperberat tersebut adalah Saat terkena infeksi seperti demam, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya atau Saat terdapat gangguan hormonal : menstruasi, kehamilan dan paska persalinan
  • Bila setelah 3 minggu berbagai keluhan yang ada tersebut membaik maka pendapat yang selama ini menyebutkan bahwa “Aku Tidak Alergi Makanan Adalah Tidak Benar”

BACA ARTIKEL ALERGI DEWASA LAINNYA

.

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

www.allergycliniconline.com

Supported by: ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergycliniconline.com GROW UP CLINIC I Address: JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 29614252 – 081315922012 – 081315922013 www.growup-clinic.com Facebook: FB-Growup Clinic Page Facebook : Allergy Clinic Online. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O89283015220 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

Gangguan Telinga Hidung Tenggorokan, dan Alergi Pada Dewasa

Gangguan Telinga Hidung Tenggorokan, dan  Alergi Pada Dewasa

Hidung :

  • Hidung buntu
  • bersin
  • hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus

Tenggorok :

  • tenggorokan nyeri/kering/gatal
  • palatum gatal
  • suara parau/serak
  • batuk pendek (berdehem)

Telinga :

  • telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging
  • telinga bagian dalam gatal
  • nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal
  • gangguan pendengaran hilang timbul
  • terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah
  • pusing
  • gangguan keseimbangan
  • Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

Tanda dan gejala alergi makanan dan reaksi simpang makanan ternyata sangat luas dan bervariasi. Selama ini hipotesa yang berkembang dan teori yang banyak dianut bahwa alergi makanan hanya terjadi pada usia anak dan jarang terjadi pada orang dewasa harus lebih dicermati lagi. Ternyata alergi atau hipersensitif makanan selain terjadi pada anak juga terjadi pada penderita dengan bentukdan karakteristik yang sedikit berbeda. Hal ini terjadi karena adanya perjalanan alamiah alergi atau allergy march yang menunjukkan bahwa tanda dan gejala alergi berubah pada usia tertentu. Selain itu alergi biasanya diturunkan kepada anak dari salah satu orangtuanya. Halini ternyata bisa dikenali dengan fenotif atau wajah yang sama pada anak atau saudara kandung atau orangtua yang berwajah sama akan memupunyai karakter alergi yang sama. Sehingga bila kita menenali tanda dan gejala alergi pada bayi dan anak akan juga dialami oleh salah satu saudara kandung dan salah satu orangtua dengan wahah yang sama.

Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. Dalam beberapa kepustakaan alergi makanan dipakai untuk menyatakan suatu reaksi terhadap makanan yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe I dan hipersensitifitas terhadap makanan yang dasaranya adalah reaksi hipersensitifitas tipe III dan IV. Tidak semua reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan merupakan reaksi alergi murni, tetapi banyak dokter atau masyarakat awam menggunakan istilah alergi makanan untuk semua reaksi yang tidak diinginkan dari makanan, baik yang imunologik atau non imunologik.

TANDA DAN GEJALA LAIN YANG MENYERTAI

ORGAN/SISTEM TUBUH

GEJALA DAN TANDA

1

Sistem Pernapasan

Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing, banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) , rattling dan vibration dada.

2

Sistem Pembuluh Darah dan jantung

Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada, pingsan, tekanan darah rendah, denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, kesemutan, redness or blueness of hands; pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung); nyeri dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan. Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

3

Sistem Pencernaan

GERD (Gastrooesephageal Refluks Disease), Maag, Dispepsia, IBS (Irritable Bowel Syndrome) Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah, sulit berak (konstipasi), sering buang angin (flatus), mulut berbau, kelaparan, haus, saliva (ludah) berlebihan atau meningkat, canker sores, sariawan, metallic taste in mouth (rasa logam dalam mulut, stinging tongue, nyeri gigi, burping (glegekan/sendawa), retasting foods, ulcer symptoms, nyeri ulu hati, indigestion, mual, muntah, perut terasa penuh, gangguan mengunyah dan menelan, perut keroncongan, Nyeri Perut (spastic colitis, “emotional colitis,” kolik kandung empedu gall bladder colic, cramp), diare (mudah buang air besar cair dan sering), sering buang angin dan besar-besar dan panjang, timbul lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau panas.

4

Kulit

Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak. Sering berkeringat.

6

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting; vaginal discharge; genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri; nyeri bila berhubungan kelamin

7

Sistem Susunan Saraf Pusat

Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar. Perilaku : Therapy terapi: impulsif, sering Marah, buruknya perubahan suasana hati (gangguan mood), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung, pusing, ketidakseimbangan, jalannya sempoyongan, lambat, lambat, membosankan, kurang konsentrasi, depresi, menangis, tegang, marah, mudah tersinggung, cemas, panik, dirangsang, agresif, overaktif, ketakutan, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang, kepala terasa penuh atau membesar, sensasi melayang, gangguan memori jangka pendek (short memory losy), salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi ektrim dalam tulisan tangan, halusinasi, delusi, paranoia, Bicara Gagap, claustrophobia, kelumpuhan, negara katatonik, disfungsi persepsi, gejala khas keterbelakangan mental impulsif. Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)

8

Sistem Hormonal

Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), endometriosis, Premenstrual Syndrome (Nyeri dan gangguan lainnya saat haid, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok. Keputihan, jerawat.

9

Jaringan otot dan tulang

Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness, joint deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum, , limping gait, gerak terbatas

10

Gigi dan mulut

Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering, sindrom oral dermatitis. Geraham belakang nyeri sering dianggap sebagai Tooth Impacted (tumbuh gigi geraham miring)

11

Mata

nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan edema palpebra, Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum (bintitan).

BERBAGAI GANGGUAN ALERGI PADA DEWASA

  • Mengalami Gizi Ganda : bisa kurus, sulit naik berat badan atau kegemukan. Pada kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan nafsu makan kurang. Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami nafsu makan berlebihan
  • Kesulitan Makan dan gangguan Makan : Nafsu makan buruk atau gangguan mengunyah menelan
  • Kepala,telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam atau ac). Keringat berbau.
  • FATIQUE atau KELELAHAN : mudah lelah, sering minta gendong, Pada dewasa sering mengeluh “capek”
  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR), atau sinusitis hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT ANTIBIOTIKA TERLALU SERING.
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
  • Sering mengalami OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, mulut, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN

BERBAGAI PERILAKU, GANGGUAN MOTORIK DAN GANGGUAN FUNGSI SUSUNAN SARAF PUSAT LAINNYA

  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, vertigo
  • GANGGUAN TIDUR : Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam , Tidur bolak-balik. Berbicara,tertawa,berteriak atau berjalan saat tidur, Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi, Mimpi buruk, “beradu gigi” atau gigi gemeretak atau bruxism
  • AGRESIF MENINGKAT: mudah memukul atau menampar orang lain, berlaku kasar terhadap anak , istri atau suami.
  • GANGGUAN KONSENTRASI: mudah lupa (short mempry lost), sering lupa meletakkan kunci, lupa nama teman tetapi memori lama kuat.
  • EMOSI TINGGI : mudah marah, sering berteriak, mengamuk, keras kepala, negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi.
  • DEPRESI DAN MUDAH CEMAS : mudah marah, sedih berlebihan, mudah tersinggung, sering kesepian, mudah menangis meski masalahnya ringan
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK :Jalan terburu-buru mudah tersandung kaki meja atau kaki kursi
  • GANGGUAN SENSORIS : perabaan telapak kaki dan tangan sensitif (mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan binatang berbulu). Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir sering geli dan harus pakai sandal), sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH tapi sangat ringan dianggap normal, pilih-pilih makanan tidak sukan makanan berserat seperti daging empal, sayur tertentu.
  • IMPULSIF : banyak bicara, tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain, bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. Mudah menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat.

.

.

PENANGANAN

  • Penanganan berbagai gangguan Telinga, Hidung dan Tenggorok yang disertai alergi dan hipersensitifitas makanan haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut khuusunya makanan tertentu.
  • Penyebab utama adalah reaksi makanan tertentu tetapi dampaknya ringan. Namun saat yang ringan tersebut tidak dicermati akan diperberat oleh pemicu paling sering adalah infeksi virus atau fluyang sering tidak terdeteksi dan diabaikan oleh dokter sekalipun. Bila hal itu penyebabnya maka setelah 5 hari akan membaik. Tetapi akan timbul lagi bila terkena infeksi virus lagi bila di rumah ada yang sakit lagi
  • Bila berbagai gangguan bila disertai manifestasi alergi lainnya sangat mungkin alergi makanan berperanan sebagai penyebabnya.
  • Penanganan terbaik pada penderita alergi makanan dengan gangguan tersebut adalah adalah dengan menghindari makanan penyebabnya. Pemberian obat anti alergi dan obat untuk saluran cerna penghilang rasa sakit dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab alergi.
  • Ikuti langkah-langkah dalam Tes Alergi Makanan : Challenge Tes – Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka
  • Obat-obatan simtomatis seperti anti diare, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara bahkan dalam keadaan tertentu seringkali tidak bermanfaat, umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.

Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan-Open Food Elimination Provocation) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan

References:

  • Dean D. Metcalfe. Hugh A. Sampson Ronald A. Simon (Editor) Food Allergy: Adverse Reactions to Foods and Food Additives [NOOK Book]
  • Eseverri JL, Cozzo M, Marin AM, Botey J. Epidemiology and chronology of allergic diseases and their risk factors. Allergol Immunopathol (Madr). 1998;26(3):90-97.
  • King WP. Food hypersensitivity in otolaryngology. Manifestations, diagnosis, and treatment. Otolaryngol Clin North Am. 1992;25(1):163-179.
  • Stubner UP, Gruber D, Berger UE, Toth J, Marks B, Huber J, Horak F.The influence of female sex hormones on nasal reactivity in seasonal allergic rhinitis.
  • Joyce DP, Chapman KR, Balter M, Kesten S. Asthma and allergy avoidance knowledge and behavior in postpartum women. Ann Allergy Asthma Immunol. 1997;79(1):35-42.
  • Rinkel HJ. Food Allergy. J Kansas Med Soc. 1936;37:177.
  • Frederick JK. Food intolerance and food allergy. Scweiz Med Wochenschr. 1999;129(24):9280933.

BACA ARTIKEL ALERGI DEWASA LAINNYA

.

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

www.allergycliniconline.com

Supported by: ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergycliniconline.com GROW UP CLINIC I Address: JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 29614252 – 081315922012 – 081315922013 www.growup-clinic.com Facebook: FB-Growup Clinic Page Facebook : Allergy Clinic Online. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Gangguan Kulit dan Alergi atau Hipersensitifitas Makanan

Gangguan Kulit dan Alergi atau Hipersensitifitas Makanan

Gangguan Kulit Pada Penderita Alergi Makanan Pada Dewasa

  • Sering gatal
  • dermatitis
  • Ptiriasis Alba (kulit putih seperti panu)
  • urticaria
  • Jerawat (baik di muka atau sebagian di punggung atau di dada)
  • Kulit beruntusan di lengan tangan bagian atas
  • bengkak di bibir,
  • Lebam biru (seperti bekas terbentur)
  • bekas hitam seperti digigit nyamuk
  • Kulit kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak.
  • Sering berkeringat.
  • Paronichia (kuku rusak dan terlepas)

Tanda dan gejala alergi makanan dan reaksi simpang makanan ternyata sangat luas dan bervariasi. Selama ini hipotesa yang berkembang dan teori yang banyak dianut bahwa alergi makanan hanya terjadi pada usia anak dan jarang terjadi pada orang dewasa harus lebih dicermati lagi. Ternyata alergi atau hipersensitif makanan selain terjadi pada anak juga terjadi pada penderita dengan bentukdan karakteristik yang sedikit berbeda. Hal ini terjadi karena adanya perjalanan alamiah alergi atau allergy march yang menunjukkan bahwa tanda dan gejala alergi berubah pada usia tertentu. Selain itu alergi biasanya diturunkan kepada anak dari salah satu orangtuanya. Halini ternyata bisa dikenali dengan fenotif atau wajah yang sama pada anak atau saudara kandung atau orangtua yang berwajah sama akan memupunyai karakter alergi yang sama. Sehingga bila kita menenali tanda dan gejala alergi pada bayi dan anak akan juga dialami oleh salah satu saudara kandung dan salah satu orangtua dengan wahah yang sama.

Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. Dalam beberapa kepustakaan alergi makanan dipakai untuk menyatakan suatu reaksi terhadap makanan yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe I dan hipersensitifitas terhadap makanan yang dasaranya adalah reaksi hipersensitifitas tipe III dan IV. Tidak semua reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan merupakan reaksi alergi murni, tetapi banyak dokter atau masyarakat awam menggunakan istilah alergi makanan untuk semua reaksi yang tidak diinginkan dari makanan, baik yang imunologik atau non imunologik.

Tanda dan gejala Alergi Makanan Lain yang menyertai

ORGAN/SISTEM TUBUH

GEJALA DAN TANDA

1

Sistem Pernapasan

Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing, banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) , rattling dan vibration dada.

2

Sistem Pembuluh Darah dan jantung

Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada, pingsan, tekanan darah rendah, denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, kesemutan, redness or blueness of hands; pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung); nyeri dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan. Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

3

Sistem Pencernaan

GERD (Gastrooesephageal Refluks Disease), Maag, Dispepsia, IBS (Irritable Bowel Syndrome) Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah, sulit berak (konstipasi), sering buang angin (flatus), mulut berbau, kelaparan, haus, saliva (ludah) berlebihan atau meningkat, canker sores, sariawan, metallic taste in mouth (rasa logam dalam mulut, stinging tongue, nyeri gigi, burping (glegekan/sendawa), retasting foods, ulcer symptoms, nyeri ulu hati, indigestion, mual, muntah, perut terasa penuh, gangguan mengunyah dan menelan, perut keroncongan, Nyeri Perut (spastic colitis, “emotional colitis,” kolik kandung empedu gall bladder colic, cramp), diare (mudah buang air besar cair dan sering), sering buang angin dan besar-besar dan panjang, timbul lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau panas.

5

Telinga Hidung Tenggorokan

Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus Tenggorok : tenggorokan nyeri/kering/gatal, palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem), Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan. Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

6

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting; vaginal discharge; genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri; nyeri bila berhubungan kelamin

7

Sistem Susunan Saraf Pusat

Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar. Perilaku : Therapy terapi: impulsif, sering Marah, buruknya perubahan suasana hati (gangguan mood), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung, pusing, ketidakseimbangan, jalannya sempoyongan, lambat, lambat, membosankan, kurang konsentrasi, depresi, menangis, tegang, marah, mudah tersinggung, cemas, panik, dirangsang, agresif, overaktif, ketakutan, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang, kepala terasa penuh atau membesar, sensasi melayang, gangguan memori jangka pendek (short memory losy), salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi ektrim dalam tulisan tangan, halusinasi, delusi, paranoia, Bicara Gagap, claustrophobia, kelumpuhan, negara katatonik, disfungsi persepsi, gejala khas keterbelakangan mental impulsif. Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)

8

Sistem Hormonal

Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), endometriosis, Premenstrual Syndrome (Nyeri dan gangguan lainnya saat haid, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok. Keputihan, jerawat.

9

Jaringan otot dan tulang

Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness, joint deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum, , limping gait, gerak terbatas

10

Gigi dan mulut

Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering, sindrom oral dermatitis. Geraham belakang nyeri sering dianggap sebagai Tooth Impacted (tumbuh gigi geraham miring)

11

Mata

nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan edema palpebra, Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum (bintitan).

BERBAGAI GANGGUAN ALERGI PADA DEWASA

  • Mengalami Gizi Ganda : bisa kurus, sulit naik berat badan atau kegemukan. Pada kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan nafsu makan kurang. Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami nafsu makan berlebihan
  • Kesulitan Makan dan gangguan Makan : Nafsu makan buruk atau gangguan mengunyah menelan
  • Kepala,telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam atau ac). Keringat berbau.
  • FATIQUE atau KELELAHAN : mudah lelah, sering minta gendong, Pada dewasa sering mengeluh “capek”
  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR), atau sinusitis hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT ANTIBIOTIKA TERLALU SERING.
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
  • Sering mengalami OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, mulut, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN

BERBAGAI PERILAKU, GANGGUAN MOTORIK DAN GANGGUAN FUNGSI SUSUNAN SARAF PUSAT LAINNYA

  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, vertigo
  • GANGGUAN TIDUR : Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam , Tidur bolak-balik. Berbicara,tertawa,berteriak atau berjalan saat tidur, Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi, Mimpi buruk, “beradu gigi” atau gigi gemeretak atau bruxism
  • AGRESIF MENINGKAT: mudah memukul atau menampar orang lain, berlaku kasar terhadap anak , istri atau suami.
  • GANGGUAN KONSENTRASI: mudah lupa (short mempry lost), sering lupa meletakkan kunci, lupa nama teman tetapi memori lama kuat.
  • EMOSI TINGGI : mudah marah, sering berteriak, mengamuk, keras kepala, negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi.
  • DEPRESI DAN MUDAH CEMAS : mudah marah, sedih berlebihan, mudah tersinggung, sering kesepian, mudah menangis meski masalahnya ringan
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK :Jalan terburu-buru mudah tersandung kaki meja atau kaki kursi
  • GANGGUAN SENSORIS : perabaan telapak kaki dan tangan sensitif (mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan binatang berbulu). Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir sering geli dan harus pakai sandal), sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH tapi sangat ringan dianggap normal, pilih-pilih makanan tidak sukan makanan berserat seperti daging empal, sayur tertentu.
  • IMPULSIF : banyak bicara, tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain, bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. Mudah menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat.

.

.

PENANGANAN

  • Penanganan berbagai gangguan yang disebabkan alergi dan hipersensitifitas makanan haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut khuusunya makanan tertentu.
  • Penyebab utama adalah reaksi makanan tertentu tetapi dampaknya ringan. Namun saat yang ringan tersebut tidak dicermati akan diperberat oleh pemicu paling sering adalah infeksi virus atau fluyang sering tidak terdeteksi dan diabaikan oleh dokter sekalipun. Bila hal itu penyebabnya maka setelah 5 hari akan membaik. Tetapi akan timbul lagi bila terkena infeksi virus lagi bila di rumah ada yang sakit lagi
  • Bila berbagai gangguan bila disertai manifestasi alergi lainnya sangat mungkin alergi makanan berperanan sebagai penyebabnya.
  • Penanganan terbaik pada penderita alergi makanan dengan gangguan tersebut adalah adalah dengan menghindari makanan penyebabnya. Pemberian obat anti alergi dan obat untuk saluran cerna penghilang rasa sakit dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab alergi.
  • Ikuti langkah-langkah dalam Tes Alergi Makanan : Challenge Tes – Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka
  • Obat-obatan simtomatis seperti anti diare, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara bahkan dalam keadaan tertentu seringkali tidak bermanfaat, umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.

Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan-Open Food Elimination Provocation) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan

Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Alergi dan Reaksi Simpang makanan

References:

  • Dean D. Metcalfe. Hugh A. Sampson Ronald A. Simon (Editor) Food Allergy: Adverse Reactions to Foods and Food Additives [NOOK Book]
  • Eseverri JL, Cozzo M, Marin AM, Botey J. Epidemiology and chronology of allergic diseases and their risk factors. Allergol Immunopathol (Madr). 1998;26(3):90-97.
  • King WP. Food hypersensitivity in otolaryngology. Manifestations, diagnosis, and treatment. Otolaryngol Clin North Am. 1992;25(1):163-179.
  • Stubner UP, Gruber D, Berger UE, Toth J, Marks B, Huber J, Horak F.The influence of female sex hormones on nasal reactivity in seasonal allergic rhinitis.
  • Joyce DP, Chapman KR, Balter M, Kesten S. Asthma and allergy avoidance knowledge and behavior in postpartum women. Ann Allergy Asthma Immunol. 1997;79(1):35-42.
  • Rinkel HJ. Food Allergy. J Kansas Med Soc. 1936;37:177.
  • Frederick JK. Food intolerance and food allergy. Scweiz Med Wochenschr. 1999;129(24):9280933.

BACA ARTIKEL ALERGI DEWASA LAINNYA

.

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

www.allergycliniconline.com

Supported by: ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergycliniconline.com GROW UP CLINIC I Address: JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 29614252 – 081315922012 – 081315922013 www.growup-clinic.com Facebook: FB-Growup Clinic Page Facebook : Allergy Clinic Online. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

Gangguan Saluran Cerna dan Alergi atau Hipersensitifitas Makanan Pada Dewasa

Gangguan Saluran Cerna dan Alergi atau Hipersensitifitas Makanan Pada Dewasa

Gangguan Saluran Cerna Pada Penderita Alergi atau Hipersensitifitas Makanan Pada Dewasa

  • GERD (Gastrooesephageal Refluks Disease)
  • Maag, Dispepsia
  • IBS (Irritable Bowel Syndrome)
  • Nyeri perut
  • sering diare
  • kembung
  • muntah
  • sulit berak (konstipasi)
  • sering buang angin (flatus)
  • mulut berbau
  • kelaparan
  • haus
  • saliva (ludah) berlebihan atau meningkat
  • canker sores, sariawan
  • metallic taste in mouth (rasa logam dalam mulut, stinging tongue, nyeri gigi, burping (glegekan/sendawa)
  • retasting foods
  • ulcer symptoms
  • nyeri ulu hati, indigestion, mual, muntah, perut terasa penuh
  • gangguan mengunyah dan menelan
  • perut keroncongan
  • Nyeri Perut (spastic colitis, “emotional colitis,”
  • kolik kandung empedu gall bladder colic, cramp)
  • diare (mudah buang air besar cair dan sering)
  • sering buang angin dan besar-besar dan panjang
  • timbul lendir atau darah dari rektum
  • anus gatal atau panas.

Tanda dan gejala alergi makanan dan reaksi simpang makanan ternyata sangat luas dan bervariasi. Selama ini hipotesa yang berkembang dan teori yang banyak dianut bahwa alergi makanan hanya terjadi pada usia anak dan jarang terjadi pada orang dewasa harus lebih dicermati lagi. Ternyata alergi atau hipersensitif makanan selain terjadi pada anak juga terjadi pada penderita dengan bentukdan karakteristik yang sedikit berbeda. Hal ini terjadi karena adanya perjalanan alamiah alergi atau allergy march yang menunjukkan bahwa tanda dan gejala alergi berubah pada usia tertentu. Selain itu alergi biasanya diturunkan kepada anak dari salah satu orangtuanya. Halini ternyata bisa dikenali dengan fenotif atau wajah yang sama pada anak atau saudara kandung atau orangtua yang berwajah sama akan memupunyai karakter alergi yang sama. Sehingga bila kita menenali tanda dan gejala alergi pada bayi dan anak akan juga dialami oleh salah satu saudara kandung dan salah satu orangtua dengan wahah yang sama.

Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. Dalam beberapa kepustakaan alergi makanan dipakai untuk menyatakan suatu reaksi terhadap makanan yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe I dan hipersensitifitas terhadap makanan yang dasaranya adalah reaksi hipersensitifitas tipe III dan IV. Tidak semua reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan merupakan reaksi alergi murni, tetapi banyak dokter atau masyarakat awam menggunakan istilah alergi makanan untuk semua reaksi yang tidak diinginkan dari makanan, baik yang imunologik atau non imunologik.

Tanda dan gejala Alergi Makanan Lain yang menyertai

ORGAN/SISTEM TUBUH

GEJALA DAN TANDA

1

Sistem Pernapasan

Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing, banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) , rattling dan vibration dada.

2

Sistem Pembuluh Darah dan jantung

Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada, pingsan, tekanan darah rendah, denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, kesemutan, redness or blueness of hands; pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung); nyeri dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan. Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

4

Kulit

Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak. Sering berkeringat.

5

Telinga Hidung Tenggorokan

Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus Tenggorok : tenggorokan nyeri/kering/gatal, palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem), Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan. Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

6

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting; vaginal discharge; genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri; nyeri bila berhubungan kelamin

7

Sistem Susunan Saraf Pusat

Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar. Perilaku : Therapy terapi: impulsif, sering Marah, buruknya perubahan suasana hati (gangguan mood), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung, pusing, ketidakseimbangan, jalannya sempoyongan, lambat, lambat, membosankan, kurang konsentrasi, depresi, menangis, tegang, marah, mudah tersinggung, cemas, panik, dirangsang, agresif, overaktif, ketakutan, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang, kepala terasa penuh atau membesar, sensasi melayang, gangguan memori jangka pendek (short memory losy), salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi ektrim dalam tulisan tangan, halusinasi, delusi, paranoia, Bicara Gagap, claustrophobia, kelumpuhan, negara katatonik, disfungsi persepsi, gejala khas keterbelakangan mental impulsif. Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)

8

Sistem Hormonal

Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), endometriosis, Premenstrual Syndrome (Nyeri dan gangguan lainnya saat haid, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok. Keputihan, jerawat.

9

Jaringan otot dan tulang

Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness, joint deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum, , limping gait, gerak terbatas

10

Gigi dan mulut

Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering, sindrom oral dermatitis. Geraham belakang nyeri sering dianggap sebagai Tooth Impacted (tumbuh gigi geraham miring)

11

Mata

nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan edema palpebra, Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum (bintitan).

BERBAGAI GANGGUAN ALERGI PADA DEWASA

  • Mengalami Gizi Ganda : bisa kurus, sulit naik berat badan atau kegemukan. Pada kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan nafsu makan kurang. Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami nafsu makan berlebihan
  • Kesulitan Makan dan gangguan Makan : Nafsu makan buruk atau gangguan mengunyah menelan
  • Kepala,telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam atau ac). Keringat berbau.
  • FATIQUE atau KELELAHAN : mudah lelah, sering minta gendong, Pada dewasa sering mengeluh “capek”
  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR), atau sinusitis hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT ANTIBIOTIKA TERLALU SERING.
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
  • Sering mengalami OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, mulut, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN

BERBAGAI PERILAKU, GANGGUAN MOTORIK DAN GANGGUAN FUNGSI SUSUNAN SARAF PUSAT LAINNYA

  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, vertigo
  • GANGGUAN TIDUR : Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam , Tidur bolak-balik. Berbicara,tertawa,berteriak atau berjalan saat tidur, Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi, Mimpi buruk, “beradu gigi” atau gigi gemeretak atau bruxism
  • AGRESIF MENINGKAT: mudah memukul atau menampar orang lain, berlaku kasar terhadap anak , istri atau suami.
  • GANGGUAN KONSENTRASI: mudah lupa (short mempry lost), sering lupa meletakkan kunci, lupa nama teman tetapi memori lama kuat.
  • EMOSI TINGGI : mudah marah, sering berteriak, mengamuk, keras kepala, negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi.
  • DEPRESI DAN MUDAH CEMAS : mudah marah, sedih berlebihan, mudah tersinggung, sering kesepian, mudah menangis meski masalahnya ringan
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK :Jalan terburu-buru mudah tersandung kaki meja atau kaki kursi
  • GANGGUAN SENSORIS : perabaan telapak kaki dan tangan sensitif (mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan binatang berbulu). Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir sering geli dan harus pakai sandal), sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH tapi sangat ringan dianggap normal, pilih-pilih makanan tidak sukan makanan berserat seperti daging empal, sayur tertentu.
  • IMPULSIF : banyak bicara, tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain, bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. Mudah menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat.

.

.

PENANGANAN

  • Penanganan berbagai gangguan yang disebabkan alergi dan hipersensitifitas makanan pada saluran cerna haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut khuusunya makanan tertentu.
  • Penyebab utama adalah reaksi makanan tertentu tetapi dampaknya ringan. Namun saat yang ringan tersebut tidak dicermati akan diperberat oleh pemicu paling sering adalah infeksi virus atau fluyang sering tidak terdeteksi dan diabaikan oleh dokter sekalipun. Bila hal itu penyebabnya maka setelah 5 hari akan membaik. Tetapi akan timbul lagi bila terkena infeksi virus lagi bila di rumah ada yang sakit lagi
  • Bila berbagai gangguan bila disertai manifestasi alergi lainnya sangat mungkin alergi makanan berperanan sebagai penyebabnya.
  • Penanganan terbaik pada penderita alergi makanan dengan gangguan tersebut adalah adalah dengan menghindari makanan penyebabnya. Pemberian obat anti alergi dan obat untuk saluran cerna penghilang rasa sakit dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab alergi.
  • Ikuti langkah-langkah dalam Tes Alergi Makanan : Challenge Tes – Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka
  • Obat-obatan simtomatis seperti anti diare, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara bahkan dalam keadaan tertentu seringkali tidak bermanfaat, umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.

Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan-Open Food Elimination Provocation) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan

Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Alergi dan Reaksi Simpang makanan

References:

  • Dean D. Metcalfe. Hugh A. Sampson Ronald A. Simon (Editor) Food Allergy: Adverse Reactions to Foods and Food Additives [NOOK Book]
  • Eseverri JL, Cozzo M, Marin AM, Botey J. Epidemiology and chronology of allergic diseases and their risk factors. Allergol Immunopathol (Madr). 1998;26(3):90-97.
  • King WP. Food hypersensitivity in otolaryngology. Manifestations, diagnosis, and treatment. Otolaryngol Clin North Am. 1992;25(1):163-179.
  • Stubner UP, Gruber D, Berger UE, Toth J, Marks B, Huber J, Horak F.The influence of female sex hormones on nasal reactivity in seasonal allergic rhinitis.
  • Joyce DP, Chapman KR, Balter M, Kesten S. Asthma and allergy avoidance knowledge and behavior in postpartum women. Ann Allergy Asthma Immunol. 1997;79(1):35-42.
  • Rinkel HJ. Food Allergy. J Kansas Med Soc. 1936;37:177.
  • Frederick JK. Food intolerance and food allergy. Scweiz Med Wochenschr. 1999;129(24):9280933.

BACA ARTIKEL ALERGI DEWASA LAINNYA

.

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

www.allergycliniconline.com

Supported by: ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergycliniconline.com GROW UP CLINIC I Address: JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 29614252 – 081315922012 – 081315922013 www.growup-clinic.com Facebook: FB-Growup Clinic Page Facebook : Allergy Clinic Online. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

c Online Information Education Network. All rights reserved

Alergi Makanan, Gangguan Jantung dan Pembuluh darah

Alergi Makanan, Gangguan Jantung dan Pembuluh darah

Tanda dan gejala alergi makanan dan reaksi simpang makanan ternyata sangat luas dan bervariasi. Selama ini hipotesa yang berkembang dan teori yang banyak dianut bahwa alergi makanan hanya terjadi pada usia anak dan jarang terjadi pada orang dewasa harus lebih dicermati lagi. Beberapa laporan kasus dan laporan ilmiah menyebutkan bahwa gangguan alergi makanan pada dewasa bisa menganggu seluruh siestem dan organ tubuh termasuk jantung dan pembuluh darah.

Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. Dalam beberapa kepustakaan alergi makanan dipakai untuk menyatakan suatu reaksi terhadap makanan yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe I dan hipersensitifitas terhadap makanan yang dasaranya adalah reaksi hipersensitifitas tipe III dan IV. Tidak semua reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan merupakan reaksi alergi murni, tetapi banyak dokter atau masyarakat awam menggunakan istilah alergi makanan untuk semua reaksi yang tidak diinginkan dari makanan, baik yang imunologik atau non imunologik.

Tanda Gejala Alergi makanan pada Sistem Pembuluh Darah dan Jantung

  • Palpitasi (berdebar-debar)
  • flushing (muka ke merahan)
  • nyeri dada
  • pingsan
  • tekanan darah rendah
  • denyut jantung meningkat,
  • skipped beats
  • hot flashes
  • pallor; tangan hangat,
  • kedinginan
  • kesemutan
  • redness or blueness of hands
  • pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung)
  • nyeri dada depan tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan.
  • Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

GANGGUAN ORGAN TUBUH LAIN YANG SERING MENYERTAI PADA PENDERITA ALERGI MAKANAN

ORGAN/SISTEM TUBUH

GEJALA DAN TANDA

1

Sistem Pernapasan

Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas pendek, wheezing, banyak lendir di saluran napas atas (mucus bronchial) , rattling dan vibration dada.

2

Sistem Pembuluh Darah dan jantung

Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada, pingsan, tekanan darah rendah, denyut jantung meningkat, skipped beats, hot flashes, pallor; tangan hangat, kedinginan, kesemutan, redness or blueness of hands; pseudo-heart attack pain (nyeri dada mirip sertangan jantung); nyeri dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang hingga menjalar di pergelangan tangan. Vaskulitis (sering lebam kebiruan seperti bekas terbentur padahal bukan terbentur pada daerah lengan atas dan lengan bawah)

3

Sistem Pencernaan

GERD (Gastrooesephageal Refluks Disease), Maag, Dispepsia, IBS (Irritable Bowel Syndrome) Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah, sulit berak (konstipasi), sering buang angin (flatus), mulut berbau, kelaparan, haus, saliva (ludah) berlebihan atau meningkat, canker sores, sariawan, metallic taste in mouth (rasa logam dalam mulut, stinging tongue, nyeri gigi, burping (glegekan/sendawa), retasting foods, ulcer symptoms, nyeri ulu hati, indigestion, mual, muntah, perut terasa penuh, gangguan mengunyah dan menelan, perut keroncongan, Nyeri Perut (spastic colitis, “emotional colitis,” kolik kandung empedu gall bladder colic, cramp), diare (mudah buang air besar cair dan sering), sering buang angin dan besar-besar dan panjang, timbul lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau panas.

4

Kulit

Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak. Sering berkeringat.

5

Telinga Hidung Tenggorokan

Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus Tenggorok : tenggorokan nyeri/kering/gatal, palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem), Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan. Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah

6

Sistem Saluran Kemih dan kelamin

Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa mengontrol kandung kemih, bedwetting; vaginal discharge; genitalia gatal/bengkak/kemerahan/nyeri; nyeri bila berhubungan kelamin

7

Sistem Susunan Saraf Pusat

Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (lupa nama orang, barang sesaat), floating (melayang), kepala terasa penuh atau membesar. Perilaku : Therapy terapi: impulsif, sering Marah, buruknya perubahan suasana hati (gangguan mood), kompulsif mengantuk, mengantuk, pusing, bingung, pusing, ketidakseimbangan, jalannya sempoyongan, lambat, lambat, membosankan, kurang konsentrasi, depresi, menangis, tegang, marah, mudah tersinggung, cemas, panik, dirangsang, agresif, overaktif, ketakutan, gelisah, manik, hiperaktif dengan ketidakmampuan belajar, gelisah, kejang, kepala terasa penuh atau membesar, sensasi melayang, gangguan memori jangka pendek (short memory losy), salah membaca atau membaca tanpa pemahaman, variasi ektrim dalam tulisan tangan, halusinasi, delusi, paranoia, Bicara Gagap, claustrophobia, kelumpuhan, negara katatonik, disfungsi persepsi, gejala khas keterbelakangan mental impulsif. Sensitive dan mudah marah, impulsif (bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif, deperesi, terasa kesepian merasa seperti terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor, huruf dan nama sesaat, lemas (flu like symtomp)

8

Sistem Hormonal

Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), endometriosis, Premenstrual Syndrome (Nyeri dan gangguan lainnya saat haid, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok. Keputihan, jerawat.

9

Jaringan otot dan tulang

Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue, kelemahan otot, nyeri, bengkak, kemerahan local pada sendi; stiffness, joint deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum, , limping gait, gerak terbatas

10

Gigi dan mulut

Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7 hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan. Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering, sindrom oral dermatitis. Geraham belakang nyeri sering dianggap sebagai Tooth Impacted (tumbuh gigi geraham miring)

11

Mata

nyeri di dalam atau samping mata, mata berair,sekresi air mata berlebihan, warna tampak lebih terang, kemerahan dan edema palpebra, Kadang mata kabur, diplopia, kadang kehilangan kemampuan visus sementara, hordeolum (bintitan).

BERBAGAI GANGGUAN ALERGI PADA DEWASA

  • Mengalami Gizi Ganda : bisa kurus, sulit naik berat badan atau kegemukan. Pada kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan nafsu makan kurang. Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami nafsu makan berlebihan
  • Kesulitan Makan dan gangguan Makan : Nafsu makan buruk atau gangguan mengunyah menelan
  • Kepala,telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam atau ac). Keringat berbau.
  • FATIQUE atau KELELAHAN : mudah lelah, sering minta gendong, Pada dewasa sering mengeluh “capek”
  • Daya tahan menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR), atau sinusitis hindari operasi amandel yang tidak perlu atau mengalami Infeksi Telinga Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT ANTIBIOTIKA TERLALU SERING.
  • Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING. Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan
  • Sering mengalami OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”) KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAKBILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA
  • INFEKSI JAMUR (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, mulut, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN

BERBAGAI PERILAKU, GANGGUAN MOTORIK DAN GANGGUAN FUNGSI SUSUNAN SARAF PUSAT LAINNYA

  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, vertigo
  • GANGGUAN TIDUR : Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam , Tidur bolak-balik. Berbicara,tertawa,berteriak atau berjalan saat tidur, Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi, Mimpi buruk, “beradu gigi” atau gigi gemeretak atau bruxism
  • AGRESIF MENINGKAT: mudah memukul atau menampar orang lain, berlaku kasar terhadap anak , istri atau suami.
  • GANGGUAN KONSENTRASI: mudah lupa (short mempry lost), sering lupa meletakkan kunci, lupa nama teman tetapi memori lama kuat.
  • EMOSI TINGGI : mudah marah, sering berteriak, mengamuk, keras kepala, negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi.
  • DEPRESI DAN MUDAH CEMAS : mudah marah, sedih berlebihan, mudah tersinggung, sering kesepian, mudah menangis meski masalahnya ringan
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK :Jalan terburu-buru mudah tersandung kaki meja atau kaki kursi
  • GANGGUAN SENSORIS : perabaan telapak kaki dan tangan sensitif (mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan binatang berbulu). Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir sering geli dan harus pakai sandal), sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH tapi sangat ringan dianggap normal, pilih-pilih makanan tidak sukan makanan berserat seperti daging empal, sayur tertentu.
  • IMPULSIF : banyak bicara, tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain, bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. Mudah menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat.

.

.

PENANGANAN

  • Penanganan berbagai gangguan yang disebabkan alergi dan hipersensitifitas makanan pada jantung dan pembuluh darah  haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan gangguan tersebut tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut khuusunya makanan tertentu.
  • Penyebab utama adalah reaksi makanan tertentu tetapi dampaknya ringan. Namun saat yang ringan tersebut tidak dicermati akan diperberat oleh pemicu paling sering adalah infeksi virus atau flu yang sering tidak terdeteksi dan diabaikan oleh dokter sekalipun. Bila hal itu penyebabnya maka setelah 5 hari akan membaik. Tetapi akan timbul lagi bila terkena infeksi virus lagi bila di rumah ada yang sakit lagi
  • Bila berbagai gangguan bila disertai manifestasi alergi lainnya sangat mungkin alergi makanan berperanan sebagai penyebabnya.
  • Penanganan terbaik pada penderita alergi makanan dengan gangguan tersebut adalah adalah dengan menghindari makanan penyebabnya. Pemberian obat anti alergi dan obat untuk saluran cerna penghilang rasa sakit dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab alergi.
  • Ikuti langkah-langkah dalam Tes Alergi Makanan : Challenge Tes – Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka
  • Obat-obatan simtomatis seperti anti diare, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara bahkan dalam keadaan tertentu seringkali tidak bermanfaat, umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih menjadi kontroversi hingga sekarang.

Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan-Open Food Elimination Provocation) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan

References:

  • Dean D. Metcalfe. Hugh A. Sampson Ronald A. Simon (Editor) Food Allergy: Adverse Reactions to Foods and Food Additives [NOOK Book]
  • Eseverri JL, Cozzo M, Marin AM, Botey J. Epidemiology and chronology of allergic diseases and their risk factors. Allergol Immunopathol (Madr). 1998;26(3):90-97.
  • King WP. Food hypersensitivity in otolaryngology. Manifestations, diagnosis, and treatment. Otolaryngol Clin North Am. 1992;25(1):163-179.
  • Stubner UP, Gruber D, Berger UE, Toth J, Marks B, Huber J, Horak F.The influence of female sex hormones on nasal reactivity in seasonal allergic rhinitis.
  • Joyce DP, Chapman KR, Balter M, Kesten S. Asthma and allergy avoidance knowledge and behavior in postpartum women. Ann Allergy Asthma Immunol. 1997;79(1):35-42.
  • Rinkel HJ. Food Allergy. J Kansas Med Soc. 1936;37:177.
  • Frederick JK. Food intolerance and food allergy. Scweiz Med Wochenschr. 1999;129(24):9280933.

BACA ARTIKEL ALERGI DEWASA LAINNYA

.

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI:Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:100 Artikel Alergi dan Imunologi Paling Favorit

www.allergycliniconline.com

Supported by: ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergycliniconline.com GROW UP CLINIC I Address: JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 29614252 – 081315922012 – 081315922013 www.growup-clinic.com Facebook: FB-Growup Clinic Page Facebook : Allergy Clinic Online. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kuning Berkepanjangan Pada Bayi, Gangguan Saluran Cerna dan Alergi

Kuning Berkepanjangan Pada Bayi, Gangguan Saluran Cerna dan Alergi

Kuning Timbul kuning tinggi atau kuning bayi baru lahir berkepanjangan seharusnya setelah 2 minggu menghilang sering disebut Breastfeeding Jaundice (kuning karena ASI mengandung hormon pregnandiol). Seringkali jadi pertanyaan mengapa sebagian besar bayi dengan ASI tidak mengalami kuning berkepanjangan. Beberapa bayi kuning baru hilang kadang setelah usia 3 bulan. Saat dilakukan pemeriksaan bilirubin dan penyebab gangguan hati ternyata normal. Setelah usia 6 telapak tangan dan kaki kadang berwarna kuning, sampai saat ini seringkali dianggap karena terlalu banyak makan wortel atau kelebihan vitamin A padahal selama ini hipotesa itu hanya sekedar dugaaan dan belum pernah dibuktikan dengan pemeriksaan darah. Kuning berkepanjangan meningkat pada bayi bisa sering terjadi pada bayi dengan gangguan saluran cerna dengan keluhan obstipasi (sering ngeden/mulet) dan konstipasi. Bila dicermati saat gangguan saluran cerna meningkat kuning semkai terlihat jelas dan sebaliknya saat saluran cerna membaik kuning menghilang.

Kuning Bayi Pada Lahir

Kuning pada bayi atau jaundice atau ikterus, pada kulit dan mata bayi dapat merupakan tanda alami adanya gangguan fungsi hati hati yang belum sempurna pada bayi. Tetapi bisa juga terjadi karena gangguan patologis yang dapat meningkatkan kadar biliruibin sangat tinggi. Terjadinya kuning pada mata atau kulit disebabkan peningkatan kadar bilirubin dalam darah bayi. Normalnya, bilirubin akan di metabolisme di hati agar efek racunnya hilang. Setelah di metabolisme menjadi bilirubin terkonyugasi atau terikat albumin akan dibuang bersama tinja dan sebagian kecil kembali lagi ke hati.

Pada kondisi bayi kuning, kedua bentuk bilirubin ini dapat meningkat. Apabila yang meningkat adalah bilirubin bebas tidak terikat albumin dengan kadar yang sangat tinggi maka dapat mengendap di sel-sel otak yang mengakibatkan terjadinya kejang.

Keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan bilirubin bebas atau kuning pada bayi adalah:

  1. PENYEBAB NORMAL PADA bayi baru lahir. Pada bayi baru lahir, enzim hati yang berfungsi sempurna sehingga banyak bilirubin tidak dapat dikonyugasi dan bayi terlihat kuning. Dengan bertambahnya umur bayi maka enzim hati tersebut akan lebih baik fungsinya, bilirubin akan lebih banyak dikonyugasi, dan warna kuning pada tubuh serta mata bayi berkurang, lalu menghilang. Proses ini memerlukan waktu sekitar seminggu untuk bayi lahir dengan berat badan normal dan sekitar dua minggu untuk bayi lahir dengan berat badan rendah. Biasanya peningkatan bilirubin pada keadaan ini jarang mencapai kadar bilirubin yang berbahaya bagi bayi. DALAM KEADAAN FISIOLOGIS SEPERTI INI BIASANYA KUNING MENINGKAT SAAT USIA 3 HARI DAN LEBIH MENINGKAT SAAT USIA 3-5 HARI, DIMANA SETELAH HARI KE 5 AKAN MENURUN.
    Untuk mempercepat konjugasi bilirubin dapat dilakukan pemberian sinar biru, untuk membantu kerja enzim hati sehingga proses konjugasi lebih cepat terjadi. Itulah mengapa bayi baru lahir yang agak kuning disarankan untuk di jemur pagi hari.
  2. PENYEBAB PATOLOGIS (BIASANYA MENINGKAT SANGAT TINGGI DI ATAS 18 mg/dl, DAN TIMBUL SAAT USIA 1-2 HARI ATAU MENINGKAT SAAT SETELAH HARI KR 6) Kondisi yang berhubungan dengan pemecahan darah (eritrosit) yang berlebihan: Bilirubin merupakan pecahan dari sel darah merah (eritrosit) yang memang sudah waktunya pecah (yang berusia 120 hari). Jika eritrosit lebih mudah pecah, apalagi secara berlebihan maka kadar bilirubin juga meningkat dan peningkatan yang tidak dapat dikompensasi oleh hati (dimetabolisme secara normal), dapat menyebabkan kuning pada bayi. Adapun kondisi yang dapat menyebabkan rapuhnya eritrosit adalah:
  • Golongan darah ibu dan bayi tidak sesuai, dikenal sebagai ABO incompability. Pada keadaan ini golongan darah ibu O, sedangkan bayinya golongan A atau B. Atau pada ibu yang bergolongan darah Rhesus negatif, sedangkan golongan darah bayi Rhesus positif.
  • Kurangnya enzim glukosa 6 phosphat dehydrogenase (G6PD) enzim yang berada di dinding sel darah merah yang berfungsi menjaga keutuhan dinding sel darah.
  • Penyakit bawaan atau turunan, dikenal dengan sindrom Crigler Najjar dan sindrom Gillbert.
  • PENYEBAB LAIN ADALAH GANGGUAN LEVER ATAU HATI (SANGAT JARANG) Jika yang terjadi adalah peningkatan bilirubin terikat, maka perlu diwaspadai adanya radang hati akut yang biasa disebut hepatitis. Pada keadaan ini terjadi kerusakan sel-sel hati yang menyebabkan aliran bilirubin/empedu ke usus terhambat, sehingga bilirubin yang dibuang melalui tinja berkurang. Akibatnya, terjadi penimbunan bilirubin di hati yang sebagian akan masuk ke dalam aliran darah, sehingga menyebabkan kadar bilirubin terkonjugasi di dalam darah meningkat. Hepatitis pada bayi baru lahir antara lain disebabkan infeksi toksoplasma, Rubela, Cytomegalovirus, atau herpes simplex (infeksi TORCH).
  • KURANG MINUM BUKAN MERUPAKAN PENYEBAB KUNING PADA BAYI LAHIR, SEHINGGA PENANGANAN KUNING PADA BAYI BARU LAHIR ADALAH DENGAN SINAR ULTRA VIOLET KHUSUS, BUKAN DENGAN BANYAK MINUM ATAU MINUM OBAT ATAU VITAMIN.
  • SAMPAI SAAT INI TIDAK ADA OBAT MINUM ORAL YANG TERBUKTI EFEKTIF DAP[AT MENURUNKAN BILIRUBIN. MEMANG ADA OBAT YANG TERBUKTI DAPAT MENURUNKAN BILIRUBIN, SEPERTI PHENOBARBITAL, NAMUN OBAT TERSEBUT JARANG DIPAKAI KARENA EFEK SAMPINGNYA NGANTUK DAN AKAN EFEKTIF SETELAH HARI KE 3 PEMBERIAN.

Alergi Pada Bayi

Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak. Gangguan ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala penderita Autis dan ADHD. Gejala alergi pada bayi sering dicetuskan dan disebabkan karena banyak faktor. Tetapi yang paling sering terjadi justru dipicu atau diperberat karena infeksi virus ringan yang tidak terdeteksi. Sedangkan faktor lainnya dengan manifestasi lebih ringan disebabkan karena diet ibu bila minum ASI dan makanan yang dikonsumsi termasuk susu sapi. Seringkali dokter atau orangtua sulit membedakan faktor mana yang menjadi penyebab, bahkan seringkali setiap kali timbul gejala alergi langsung divonis alergi susu sapi dan harus ganti susu khusus padahal belum tentu alergi susu sapi.

Pada bayi dengan kuning berkepanjangan biasanya sering terjadi pada penderita alergi dengan gangguan fungsi saluran cerna dengan tampilan klinis sering “ngeden” dan “mulet” berlebihan. GANGGUAN SALURAN CERNA pada bayi diantaranya sering muntah atau gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden atau mulet”, sering REWEL / GELISAH/COLIK terutama malam hari), Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, BERAK DARAH. Feses cair, hijau, bau tajam, kadang seperti biji cabe. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat.

Deteksi dan pencegahan alergi sejak bayi penting karena apat mencegah atau menghilangkan perjalanan alamiah alergi jangka panjang (allergy March). Perjalanan alamiah alergi jangka panjang adalah gejala alergi setiap usia dan setiap orang akan berbeda. Pada kelmpok tertentu usia di bawah 5 tahun akan mengaklami sensitif saluran cerna dan kulit, usia 5-12 tahun asma dan sering pilek pada usia di atas 15 tahun lebih sensitif hidung atau sinusitis.

Melihat demikian luas dan banyaknya pengaruh alergi yang mungkin bisa terjadi, maka deteksi dan pencegahan alergi sejak dini sebaiknya dilakukan. Gejala serta faktor resiko alergi dapat dideteksi sejak lahir, bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Alergi makanan tidak terjadi pada semua orang, tetapi sebagian besar orang mempunyai potensi menjadi alergi. Tampaknya sebagian besar orang bila dicermati pernah mengalami reaksi alergi. Namun sebagian lainnya tidak pernah mengalami reaksi alergi. Terdapat 3 faktor penyebab terjadinya alergi makanan, yaitu faktor genetik, imaturitas usus, pajanan alergi yang kadang memerlukan faktor pencetus.

Alergi dapat diturunkan dari orang tua atau kakek dan nenek pada penderita. Bila ada orang tua menderita alergi kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak sejak dini. Bila ada salah satu orang tua yang menderita gejala alergi maka dapat menurunkan resiko pada anak sekitar 20 – 40%, ke dua orang tua alergi resiko meningkat menjadi 40 – 80%. Sedangtkan bila tidak ada riwayat alergi pada kedua orang tua maka resikonya adalah 5 – 15%. Pada kasus terakhir ini bisa saja terjadi bila nenek, kakek atau saudara dekat orang tuanya mengalami alergi.

Manifestasi klinis yang sering dikaitkan dan menyertai penderita alergi pada bayi.

  • Kulit sensitif. Sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
  • Mulut hipersensitif. Lidah sering timbul putih kadang sulit dibedakan dengan jamur (candidiasis) atau memang kadang juga disertai infeksi jamur. Bibir tampak kering atau kadang pada beberapa bayi bibir bagian tengah berwarna lebih gelap atau biru. Produksi air liur meningkat, sehingga sering “ngeces (“drooling”) biasanya disertai bayi sering menjulurkan lidah keluar atau menyembur-nyemburkan ludah dari mulut.
  • Napas Berbunyi (Hipersekresi bronkus). Napas grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan )
  • Sesak Saat Baru lahir. Sesak segera setelah lahir. Sesak bayi baru lahir hingga saat usia 3 hari, biasanya akan membaik paling lama 7-10 hari. Disertai kelenjar thimus membesar (TRDN (Transient respiratory ditress Syndrome) /TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS). Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu) Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah. Keluhan ini sering dianggap infeksi paru atau terminum air ketuban.
  • Hidung Sensitif. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak
  • Mata Sensitif. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi atau kedua sisi. Keloak mata bengkak biasanya salah satu sisi lebih besar, ukuran mata berkesan tidak simetris.
  • Keringat Berlebihan. Sering berkeringat berlebihan, meski menggunakan AC keringat tetap banyak terutama di dahi. Terutama timbul saat minum ASI
  • Berat Badan Berlebihan atau kurang. Saat usia di bawah 3 bulan sering mengalami gangguan saluran cerna sehingga perut tidak nyaman anak tampak rewel. Saat rewel atau menangis sering dianggap haus dan diberi minum terus. Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang. Saat usia tersebut mulai diberi makanan tambahan baru. Saat terjadi reaksi simpang makanan saluran cerna terganggu sering mual, sulit BAB atau berak sering. Hal ini sering disertai makan dan minum mulai sulit dan sedikit.
  • Saluran kencing. Kencing warna merah atau oranye (orange) denagna sedikit bentukan kristal yang menempel di papok atau diapers . Hal ini sering dianggap inmfeksi saluran kencing, saat diperiksa urine seringkali normal bukan disebabkan karena darah.
  • Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • Gangguan Hormonal. Mempengaruhi gangguan hormonal berupa keputihan/keluar darah dari vagina, timbul jerawat warna putih. timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih
  • Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan. Pada bayi berusia di atas 6 bulan dengan keluhan sering mual, BAB ngeden atau sulit, BAB > 3 kali seringkali mengakibatkan kesulitan makan atau makan hanya sedikit yang mengakibatkan gangguan kenaikkan berat badan dan sering mengalami daya tahan tubuh menurun sejak usia 6 bulan. Pada usia sebelum 6 bulan kenaikkan pesat tetapi setelah usia 6 bulan kenaikkan relatif datar. Pada penderita hipersensitifitas non alergi (non atopi) biasa nya ghangguan berat badan dan sulit makan lebih tidak ringan dan timbul sejak usia sebelum 6 bulan tetapi setelah 6 bulan lebih buruk
  • PROBLEM MINUM ASI : minum berlebihan, berat berlebihan karena bayi sering menangis dianggap haus. Haus palsu adalah tampilan bayi sering menangis, mulutnya sering seperti mau ngempeng atau mencari puting tampak sucking refleks berlebihan dirangsang pipinya sedikit sudah seperti mencari puting. Hal itu belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang. Pada bayi alergi yang sering rewel seringkali saluran cernanya sedikit sakit sehingga bila ada perasaan tidak nyaman bayi akan sering seperti ngempeng atau minta digendong. Sering menggigit puting sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung buntu dan napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi,`karena satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.

PERILAKU YANG SERING MENYERTAI PENDERITA ALERGI PADA BAYI

  • GANGGUAN NEURO ANATOMIS : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan. Usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri.Usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.
  • GANGGUAN TIDUR (biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,
  • AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menarik puting susu ibu dengan gusi atau gigi, menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit puting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut. Tampak gampang seperti gemes atau menggeram
  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan terhadap sesuatu aktifitas bermain, memainkan mainan, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Bila minum susu sering terhenti dan teralih perhatiannya dengan sesuatu yang menarik tetapi hanya sebentar
  • EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran. Sering berteriak dibandingkan mengiceh terutama saat usia 6 bulan
  • GANGGUAN MOTORIK KASAR, GANGGUAN KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR: KETERLAMBATAN BICARA: Kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya usia lebih 2 tahun membaik. GANGGUAN MENGUNYAH DAN MENELAN: Gangguan makan makanan padat, biasanya bayi pilih-pilih makanan hanya bisa makanan cair dan menolak makanan yang berserat. Pada usia di atas 9 bulan yang seharusnya dicoba makanan tanpa disaring tidak bisa harus di blender terus sampai usia di atas 2 tahun.
  • IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.
  • Memperberat ADHD dab Autis. Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD (hiperaktif) dan AUTIS (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi). Tetapi alergi bukan penyebab Autis tetapi hanya memperberat. Penderita alergi dengan otak yang normal atau tidak punya bakat Autis tidak akan pernah menjadi Autis.
Gejala alergi pada bayi selain makanan justru paling sering seringkali diperberat saat sakit atau terjadi oleh infeksi berupa infeksi virus, bakteri atau infeksi lainnya. Paling sering di antaranya adalah infeksi virus. Pada bayi tanda dan gejala infeksi virus ringan ini lebih sulit dikenali. Biasanya hanya berupa badan sumer teraba hangat hanya di kepala, telapak tangan dan badan bila diukur suhu normal. Biasanya disertai bersin, batuk sekali-sekali dan pada anak bayi tertentu nafas bunyi grok-grok. Flu pada bayi jarang sekali menimbulkan hidung meler biasanya hanya basah sedikit di sekitar hidung atau batuk sekali-sekali karena refleks batuk pada bayi basih belum sempurna. Bahkan sebagian dokter menilai gejala infeksi virus tersebut dianggap sebagai gejala alergi.Pada keadaan sakit seperti itu biasanya ada kontak yang sakit flu, demam, batuk atau infeksi virus ringan lainnya di dalam di rumah. Sayangnya orangtua juga sering tidak menyadari bahwa selama ini sering terkena infeksi virus yang gejalanya tidak khas tersebut. Gejala infeksi virus yang ringan yang dialami oleh penderita dewasa berupa badan ngilu, terasa pegal,nyeri tenggorokan atau kadang disertai sakit kepala. Gejala ringan, tidak khas dan cepat membaik ini sering dianggap “gejala mau flu tidak jadi”, masuk angin, kurang tidur, panas dalam atau kecapekan

PENYEBAB ALERGI MAKANAN PADA BAYI

Alergi makanan lebih sering terjadi pada usia bayi atau anak dibandingkan pada usia dewasa. Hal itu terjadi karena belum sempurnanya saluran cerna pada anak. Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur sistem pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen, virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Dengan pertambahan usia, ketidakmatangan saluran cerna tersebut semakin membaik. Biasanya setelah 2 tahun saluran cerna tersebut berangsur membaik. Hal ini juga yang mengakibatkan penderita alergi sering sakit pada usia sebelum 2 tahun. Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa sewaktu bayi atau usia anak mengalami alergi makanan tetapi dalam pertambahan usia membaik.

Gejala dan tanda karena reaksi alergi pada anak dapat ditimbulkan oleh adanya alergen dari beberapa makanan tertentu yang dikonsumsi bayi. Penyebab alergi di dalam makanan adalah protein, glikoprotein atau polipeptida dengan berat molekul lebih dari 18.000 dalton, tahan panas dan tahan ensim proteolitik. Sebagian besar alergen pada makanan adalah glikoprotein dan berkisar antara 14.000 sampai 40.000 dalton. Molekul-molekul kecil lainnya juga dapat menimbulkan kepekaan (sensitisasi) baik secara langsung atau melalui mekanisme hapten-carrier.

Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada bayi yang paling sering. Beberapa penelitian di beberapa negara di dunia prevalensi alergi susu sapi pada anak dalam tahun pertama kehidupan sekitar 2%. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi susu. Sekitar 1-7% bayi pada umumnya menderita alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sedangkan sekitar 80% susu formula bayi yang beredar di pasaran ternyata menggunakan bahan dasar susu sapi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Alergi terhadap protein susu sapi atau alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul.

Pada bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif maka diet yang dikonsumsi ibu sangat berpotensi menimbulkan gangguan alergi. Diet ibu yang sangat berpotensi menimbulkan gangguan pada bayi yang paling sering adalah ikan laut (terutama yang kecil seperti udang, kerang, cumi dan sebagainya), kacang tanah dan buah-buahan (tomat, melon, semangka).

Saat pemberian makanan tambahan usia 4-6 bulan, gejala alergi pada bayi sering timbal. Jenis makanan yang sering diberikan dan menimbulkan gangguan adalah pemberian buah-buahan (jeruk, dan pisang), bubur susu (kacang hijau), nasi tim (tomat, ayam, telor, ikan laut (udang, cumi,teri), keju, dan sebagainya. Sehingga penundaan pemberian makanan tertentu dapat mengurangi resiko gangguan alergi pada anak. Menurut beberapa penelitian pemberian multivitamin pada bayi beresiko alergi ternyata meningkatkan gangguan penyakit alergi di kemudian hari.

Penanganan

  • Pemicu tersering gangguan saluran cerna tersebut selama ini dianggap karena alergi susu sapi tetapi justru paling sering adalah infeksi virus atau flu ringan pada bayi yang sering tidak terdeteksi dan diabaikan oleh dokter sekalipun. Bila hal itu penyebabnya maka setelah 5 hari akan membaik. Tetapi akan timbul lagi bila terkena infeksi virus lagi bila di rumah ada yang sakit lagi
  • Bila kolik, bayi sering ngeden dan mulet berlebhan pada bayi bila disertai manifestasi alergi lainnya sangat mungkin alergi makanan berperanan sebagai penyebabnya. Saat ibu memberikan ASI maka makanan yang dikonsumsi ibu sangat berpengaruh.
  • Penanganan terbaik pada penderita alergi makanan dengan gangguan salura cerna dan kuning berkepnajnagan tersebut adalah adalah dengan menghindari makanan penyebabnya bila bayi minum ASI. Pemberian obat anti alergi dan obat untuk saluran cerna penghilang rasa sakit dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab alergi.
  • Ikuti langkah-langkah dalam Tes Alergi Makanan : Challenge Tes – Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Bayi
  • Mengenali secara cermat gejala alergi dan mengidentifikasi secara tepat penyebabnya, maka gejala alergi dan gangguan perilaku yang menyertai dapat dihindari. Deteksi gejala alergi dan gangguan tidur pada anak harus dilakukan sejak dini. Sehingga pengaruh alergi makanan terhadap gangguan tidur atau gangguan perilaku lainnya dapat dicegah atau diminimalkan.
  • Obat-obatan untuk berbagai gangguan tersebut hanya bersifat sementara. Setelah itu gangguan tersebut akan hilang timbul berulang terus. Bahkan seringkali berbagai obat kadang tidak berpengaruh

 

.

.

Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi

Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

,

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Permasalahan Alergi Anak dan Imunologi, Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

.

ARTIKEL TEREKOMENDASI: Kumpulan Artikel Alergi Pada Bayi, Dr Widodo Judarwanto Pediatrician

.

ARTIKEL FAVORIT:

Current Allergy Immunology by Widodo Judarwanto

Penderita alergi paling sering terkena gangguan justru mudah terserang infeksi virus karena daya tahan tubuhnya menurun. Justru saat terkena infeksi virus inilah banyak tanda dan gejala alergi semakin berat dan meningkat seperti asma, biduran, dermatitis atopi, nyeri perut, GERD (muntah) dsbnya. Jadi lingkaran setan terjadi saat alergi tidak terkendali menyebabkan sering terjadi infeksi virus, saat terjadi infeksi virus memperberat reaksi alergi. Widodo Judarwanto

www.allergycliniconline.com

Supported by: ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergycliniconline.com GROW UP CLINIC I Address: JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 GROW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 29614252 – 081315922012 – 081315922013 www.growup-clinic.com Facebook: FB-Growup Clinic Page Facebook : Allergy Clinic Online. Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician Editor: Audi Yudhasmara email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2014, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

« Older Entries